YLKI Kritik Pertamina Tangani Kasus Viralnya Mobil Isi Bensin Lebihi Kapasitas Tangki

Trending

Fun / Trending

YLKI Kritik Pertamina Tangani Kasus Viralnya Mobil Isi Bensin Lebihi Kapasitas Tangki

YLKI Kritik Pertamina Tangani Kasus Viralnya Mobil Isi Bensin Lebihi Kapasitas Tangki

KEPONEWS.COM - YLKI Kritik Pertamina Tangani Kasus Viralnya Mobil Isi Bensin Lebihi Kapasitas Tangki TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN Nozzle solar subsidi dan non subsidi di SPBU Coco Cikini Jakarta Pusat, Kamis (31/7/2014). Sesuai arahan Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), aturan p...
Loading...
YLKI Kritik Pertamina Tangani Kasus Viralnya Mobil Isi Bensin Lebihi Kapasitas Tangki

TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN

Nozzle solar subsidi dan non subsidi di SPBU Coco Cikini Jakarta Pusat, Kamis (31/7/2014). Sesuai arahan Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), aturan pelarangan pembelian BBM subsidi jenis minyak solar khususnya di wilayah Jakarta Pusat mulai diberlakukan besok, Jumat (1/8/2014). Selain itu, BPH Migas juga membatasi pembelian solar bersubsidi di daerah lain dengan melarang pembelian pada malam hari. TRIBUNNEWS/HERUDIN

JAKARTA - Kasus keluhan konsumen heboh ketika seorang konsumen SPBU 34-13501 di Jl. Raya Condet, Jakarta Timur menemukan ketidakakuratan takaran dispenser.

Kejadian pengisian BBM jenis Pertalite oleh pemilik mobil Nissan Serena Nopol B 2224 SEB pada Rabu (21/3).

Menanggapi hal ini, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Tak pernah mati angkat bicara.

"Dinas Metrologi legal dan Pertamina harus mengintensifkan pengawasan," kata Tulus kepada GridOto.com di Jakarta, Senin (26/3/2018).

"Tidak cukup setahun sekali, tapi minimal dua kali dalam setahun. Dan bagi pelanggar harus ada sanksi tegas baik perdata dan atau pidana," katanya menambahkan.

Usai Pom Bensin Isi Nissan Serena Lebihi Kapasitas Tangki Viral, Pertamina Minta Maaf

Ia mengaku, penjelasan Pertamina terhadap kasus ini sangat ambigu.

Di satu sisi, Pertamina meminta maaf dan mengganti kerugian konsumen dengan membayar 55 liter saja.

"Tapi di sisi lain mengatakan tidak ada masalah dengan nozzle di SPBU tersebut alias normal," ucapnya.

"Pertanyaannya, kalau normal kenapa konsumen diberikan ganti rugi?," bebernya.

Informasi ini sudah tayang di gridoto berjudul YLKI: Kalau Nozzle Normal Pertamina Memberikan Ganti Rugi Ke Konsumen Yang Komplain?

Loading...

Comments