WHO: Setiap 40 Detik, Satu Orang Meninggal karena Bunuh Diri

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

WHO: Setiap 40 Detik, Satu Orang Meninggal karena Bunuh Diri

WHO: Setiap 40 Detik, Satu Orang Meninggal karena Bunuh Diri

KEPONEWS.COM - WHO: Setiap 40 Detik, Satu Orang Meninggal karena Bunuh Diri Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan sebuah fakta mengejutkan. Hasil penilitian mereka menemukan bahwa setiap 40 detik, satu orang di seluruh dunia meninggal karena bunuh diri. Dilansir Okezo...
Loading...

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan sebuah fakta mengejutkan. Hasil penilitian mereka menemukan bahwa setiap 40 detik, satu orang di seluruh dunia meninggal karena bunuh diri.

Dilansir Okezone dari Reuters, Rabu (11/9/2019), gantung diri, menenggak racun, dan menembak diri sendiri, menjadi metode bunuh diri paling banyak yang dilakukan para korban.

Oleh karena itu, WHO mengimbau para pemerintah agar segera merancang kebijakan pencegahan bunuh diri. Tujuannya ialah untuk membantu setiap orang mengatasi stres, sehingga bisa menurunkan akses untuk melakukan percobaan bunuh diri.

"Bunuh diri merupakan masalah kesehatan publik global. Seluruh usia, jenis kelamin, dan banyak sekali wilayah di dunia terkena dampaknya. Setiap kematian, walaupun hanya satu orang itu sudah banyak," tulis pernyataan WHO.

Orang tergeletak

Hasil penelitian menyebutkan bahwa bunuh diri ialah penyebab kematian tertinggi kedua yang dialami generasi muda dengan rentang usia antara 15-29 tahun.

Tidak hanya itu, setelah masalah proses melahirkan, para wanita muda berusia 15 - 19 tahun dilaporkan meninggal dunia karena bunuh diri. Sementara untuk remaja pria, bunuh diri menduduk posisi ketiga setelah kecelakaan di jalan raya dan kasus kekerasan.

Secara keseluruhan, hampir 800.000 orang meninggal dunia karena bunuh diri setiap tahunnya. Jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan kasus malaria, kanker payudara, peperangan, atau pembunuhan.

Kendati demikian, rate atau tingkat bunuh diri global sebetulnya mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan ini terjadi antara tahun 2010-2016 dengan persentase 9,8%, meski tidak merata.

Namun untuk region atau daerah Amerika Serikat, WHO menyebutkan bahwa persentase bunuh diri negara tersebut mengalami peningkatan sebesar 6% antara 2010-2016.

Laporan itu juga menemukan bahwa kaum pria hampir tiga kali lebih dari kaum wanita yang mati karena bunuh diri. Kasus ini biasa terjadi di negara-negara maju. Berbeda dengan negara berkembang atau berpenghasilan rendah.

Selanjutnya
Loading...

Comments