Wawancara untuk Pertama Kalinya? Simak Agar HRD Terkesan

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Wawancara untuk Pertama Kalinya? Simak Agar HRD Terkesan

Wawancara untuk Pertama Kalinya? Simak Agar HRD Terkesan

KEPONEWS.COM - Wawancara untuk Pertama Kalinya? Simak Agar HRD Terkesan JAKARTA - Seorang pewawancara yang biasanya dilakukan oleh divisi Human Resources Development dapat mengetahui apakah pelamar benar-benar tertarik pada suatu peran atau hanya datang wawancara karena s...
Loading...

JAKARTA - Seorang pewawancara yang biasanya dilakukan oleh divisi Human Resources Development dapat mengetahui apakah pelamar benar-benar tertarik pada suatu peran atau hanya datang wawancara karena sekedar mendapat panggilan.

Pewawancara juga dapat dengan mudah mengetahui apakah kamu benar-benar berusaha untuk mempelajari perihal perusahaannya atau hanya mengikuti alurnya saja.

50% Generasi Milenial Resign Gara-Gara Kesehatan Mental

Dikutip dari Business Insider, Selasa (15/10/2019), berikut beberapa cara untuk mengesankan HRD pada wawancara pertama.

1. Mengetahui dengan jelas kenapa kamu melakukan wawancara kerja

Wawancara untuk suatu pekerjaan tidak berbeda dengan kencan buta. Jikalau kamu tidak senang berada di sana, sang pewawancara (atau sahabat kencan) akan segera tahu dan bertanya-tanya mengapa repot-repot untuk datang.

Wawancara

Bila kamu muncul karena alasan yang salah, si pewawancara kemungkinan besar akan mencoret nama kamu sebagai kandidat bahkan saat baru keluar dari pintu.

Ketika HRD bertanya mengapa kamu tertarik pada posisi yang kamu lamar, jangan pernah jawab, "karena saya dihubungi" atau "karena sahabat saya merujuk untuk melamar ke sini."

5 Tips Wawancara Kerja agar Calon Bos Kamu Terkesan

Jawaban harus bisa menunjukkan betapa antusiasnya kamu. Kalau perlu, beri tahu alasan kenapa setuju untuk datang wawancara dengan memberikan rasa ingin tahu wacana posisi yang dilamar serta keyakinan bahwa ini merupakan peluang karier yang menarik.

2. Cari tahu perihal perusahaan yang dilamar

Cara terbaik untuk mempunyai percakapan dinamis dan mendalam wacana perusahaan dan produk atau layanan dengan mempelajari profil perusahaan, sebelum datang untuk wawancara.

Sebelum wawancara, jadilah orang yang ingin tahu wacana produk dan perusahaan yang dilamar. Carilah sejarah perusahaan, lintasan pertumbuhannya, dan metode layanan dari tahun ke tahun.

Selanjutnya

Comments