Waspada, Pneumonia Masuk Lima Besar Penyakit Penyebab Kematian Tertinggi di Dunia

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Waspada, Pneumonia Masuk Lima Besar Penyakit Penyebab Kematian Tertinggi di Dunia

Waspada, Pneumonia Masuk Lima Besar Penyakit Penyebab Kematian Tertinggi di Dunia

KEPONEWS.COM - Waspada, Pneumonia Masuk Lima Besar Penyakit Penyebab Kematian Tertinggi di Dunia PNEUMONIA jadi yang harus Kamu waspadai, karena sebagai penyebab kematian kelima di dunia. Penyakit ini menyerang paru-paru sebagai organ tubuh pernafasan, kemudian akan berubah menjadi infeksi. Spesi...

PNEUMONIA jadi yang harus Kamu waspadai, karena sebagai penyebab kematian kelima di dunia. Penyakit ini menyerang paru-paru sebagai organ tubuh pernafasan, kemudian akan berubah menjadi infeksi.

Spesialis Paru RS. Mitra Keluarga Cibubur, dr. Wahyu Antono mengatakan, pneumonia sudah lama menjadi masalah bagi dunia medis. Serta angka kematiannya pun cukup tinggi setiap tahunnya.

Pneumonia

"Kalau dilihat dari banyak sekali penelitian, baik di dalam maupun luar negeri, juga kita lihat rata-rata pneumonia ini jadi salah satu penyebab kematian lima besar di dunia," katanya saat Webinar Cegah Pneumonia Semenjak Dini, Jumat (18/6/21).

Tak hanya menjadi kelima pembunuh terbesar di dunia. Pneumonia juga penyebab kematian bayi nomor satu di dunia, khususnya bagi negara berkembang. Hal ini juga berdasarkan keterangan dari Badan Keset Dunia (WHO).

Cek Fakta, Pakai Masker Sebabkan Pneumonia?

Apabila dilihat secara definisi, pneumonia terjadi karena adanya bakteri, virus atau kuman yang terkontaminasi ke dalam saluran pernafasan. Menurut dr. Wahyu, biasanya terpapar di masyarakat luas yang cukup padat penduduknya.

"Itu biasanya kumannya ada di masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut, penyebab yang menimbulkan pneumonia antara lain asupan ASI yang rendah, berat badan bayi rendah, hingga pasien kekurangan gizi.

"Di 2008 angka pneumonia makin tinggi. Apalagi di zaman sekarang, kuman-kuman dan bakteri, virus maupun jamur itu sudah banyak varian. Sehingga angka pneumonianya makin tinggi," pungkasnya.

(hel)

Comments