Wamenkes Iran Terinfeksi COVID-19, Benarkah Bisa Dideteksi dari Keringat?

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Wamenkes Iran Terinfeksi COVID-19, Benarkah Bisa Dideteksi dari Keringat?

Wamenkes Iran Terinfeksi COVID-19, Benarkah Bisa Dideteksi dari Keringat?

KEPONEWS.COM - Wamenkes Iran Terinfeksi COVID-19, Benarkah Bisa Dideteksi dari Keringat? Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi dinyatakan positif virus corona atau COVID-19. Kabar mengejutkan ini telah dikonfirmasi oleh seorang juru bicara kementerian kesehatan Iran. Mengutip RT, Kam...
Loading...

Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi dinyatakan positif virus corona atau COVID-19. Kabar mengejutkan ini telah dikonfirmasi oleh seorang juru bicara kementerian kesehatan Iran.

Mengutip RT, Kamis (27/2/2020), dalam sebuah wawancara televisi pada Selasa lalu, dia mengatakan bahwa Harirchi telah terinfeksi COVID-19 dan saat ini sedang karantina.

Sebelum isu ini merebak, sebuah video sempat beredar menunjukkan tanda-tanda Harirchi telah terinfeksi virus corona. Dia terlihat sering menyeka keringat di keningnya dan batuk pada saat konferensi pers beberapa jam sebelum dia secara resmi didiagnosis terpapar COVID-19.

Video itu rupanya menimbulkan kekhawatiran tersendiri di tengah masyarakat dunia. Mereka pun bertanya-tanya apakah benar virus corona bisa dideteksi melalui keringat, merujuk pada gejala-gejala yang ditunjukkan Iraj Harirchi?

Wamenkes Iran

Menanggapi hal ini, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), DR. dr. Agus Dwi Susanto Sp.P(K) mengatakan, gejala yang dialami Harirchi memang salah satu gejala umum yang terjadi pada suspect virus corona. Kendati demikian, dia menegaskan bahwa virus corona tidak bisa dideteksi hanya karena pasien terduga mengeluarkan keringat dingin.

"Gejala virus corona itu bisa dibilang sama seperti flu biasa atau istilahnya flu-like-syndroms. Gejalanya demam, batuk, dan kalau sudah parah bisa sampai mengalami gangguan pernapasan. Jadi tidak benar corona bisa dideteksi melalui keringat," kata Dokter Agus saat dihubungi Okezone via sambungan telefon, Kamis (27/2/2020).

Selanjutnya

Comments