Wall Street Melemah Dipicu The Fed dan Ketidakpastian Perang Dagang

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Wall Street Melemah Dipicu The Fed dan Ketidakpastian Perang Dagang

Wall Street Melemah Dipicu The Fed dan Ketidakpastian Perang Dagang

KEPONEWS.COM - Wall Street Melemah Dipicu The Fed dan Ketidakpastian Perang Dagang NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka lebih rendah pada perdagangan Jumat, setelah sempat menguat berturut-turu dalam beberapa hari kemarin. Wall Street melemah usai tidak jelasnya resolu...
Loading...

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka lebih rendah pada perdagangan Jumat, setelah sempat menguat berturut-turu dalam beberapa hari kemarin. Wall Street melemah usai tidak jelasnya resolusi dalam sengketa perdagangan AS dan China serta Federal Reserve bersabar pada kenaikan suku bunga.

Melansir Reuters, Jumat (11/1/2019), indeks saham AS, Dow Jones turun 71 poin atau 0,3%. S&P 500 turun 9,25 poin atau 0,36% dan Nasdaq 100 e-turun 30 poin atau 0,45%.

Para pejabat AS berharap negosiator perdagangan utama China dapat mengunjungi Washington bulan ini. Hal tersebut menandakan bahwa diskusi tingkat tinggi kemungkinan akan mengikuti pembicaraan minggu ini dengan pejabat tingkat menengah di Beijing.

Wall Street Ditutup Menguat Dipimpin Indeks Dow Jones

"Kami berlari dan orang-orang tampaknya berada dalam mode menunggu dan menonton sebelum mereka mengembalikan lebih banyak uang," kata Kepala Taktik Global Riley FBR Inc Mark Grant.

Dengan bank-bank besar AS memulai laba kuartal keempat minggu depan, investor akan menyisir laporan pendapatan dan proyeksi untuk tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi. Hal ini yang memicu kekhawatiran dan mendorong aksi jual saham di kuartal terakhir 2018.

Sebenarnya pergerakan saham sedikit dapat dorongan, setelah Ketua Fed Jerome Powell menegaskan, bahwa Bank Sentral AS bersabar dalam menyetujui setiap kenaikan suku bunga lebih lanjut. Pejabat mengukur apakah ekonomi AS akan melambat tahun ini.

Adapun pergerakan saham sepeti Starbucks Corp turun 2,8% setelah Goldman Sachs menurunkan peringkat saham menjadi netral. Goldman juga memangkas peringkatnya di Yum Brands Inc menjadi menjual, menunjuk ke penilaian puncak dan sahamnya turun 2,5%.

Wall Street Anjlok Imbas Tak Ada Kejelasan Hubungan AS-China

Activision Blizzard Inc turun 9,1% setelah penerbit video game mengalihkan hak penerbitan penuh untuk waralaba game Destiny nya kepada pengembang game video Bungie.

Saham Netflix Inc telah melonjak lebih dari 20% tahun ini, dengan Credit Suisse menaikkan estimasi penambahan triwulanan menjelang pendapatannya minggu depan.

Sebagai berita, perdagangan saham di akhir 2018 hingga hingga awal 2019 telah mengangkat indeks S&P 500 lebih dari 10%. Hal ini ditopang juga harapan kesepakatan perdagangan, data yang kuat wacana pertumbuhan pekerjaan AS dan pandangan dovish dari The Fed.

Futures menunjuk kerugian pembukaan sedikit untuk indeks utama menempatkan risiko kenaikan beruntun S&P 500 selama lima hari atau yang terpanjang semenjak September 2018. Indeks Nasdaq Composite ditutup pada level yang hanya beberapa poin di bawah moving average.

(fbn)


Loading...
Loading...

Comments