Wall Street Dibuka Menguat di Awal Pekan

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Wall Street Dibuka Menguat di Awal Pekan

Wall Street Dibuka Menguat di Awal Pekan

KEPONEWS.COM - Wall Street Dibuka Menguat di Awal Pekan NEW YORK - Wall Street akan dibuka flat pada perdagangan awal pekan ini. Hal ini dikarenakan Presiden AS Donald Trump akan mengembalikan tarif impor logam dari Brasil dan Argentina, namun investor men...
Loading...

NEW YORK - Wall Street akan dibuka flat pada perdagangan awal pekan ini. Hal ini dikarenakan Presiden AS Donald Trump akan mengembalikan tarif impor logam dari Brasil dan Argentina, namun investor mengabaikan kenaikan yang mengejutkan dalam aktivitas manufaktur China.

Melansir Reuters, Senin (12/2/2019), Dow Jones naik 27 poin atau 0,1%, serta S&P 500 naik hanya 2,75 poin atau 0,09%. Sementara itu, Nasdaq 100 naik 0,75 poin atau 0,01%.

Saham Perusahaan Ritel AS Turun, Wall Street Berakhir Lesu

Pergerakan tersebut dikarenakan Trump dalam tweet mengatakan segera mengembalikan tarif impor baja dan aluminium AS dari Brasil dan Argentina. Hal ini mengejutkan para pejabat di dua negara Amerika Selatan dan mendorong mereka untuk mencari penjelasan.

Wall Street

Isu tersebut membuat saham pembuat ASm yaitu Steel Corp (X.N) dan AK Steel Holding (AKS.N) naik 1,4% dan 2,5% di perdagangan premarket.

Wall Street Ditutup Cetak Rekor Baru

Kekhawatiran di sini merupakan jenis respons balasan apa yang mungkin dimiliki negara-negara itu, apalagi semacam peningkatan kembali perang tarif ini di tengah upaya penyelesaiannya, kata Mark Luschini, kepala taktik investasi di Janney Montgomery Scott di Philadelphia.

Indeks saham berjangka AS sebelumnya naik sekitar 0,4% setelah data menunjukkan aktivitas pabrik China meningkat pada laju tercepat dalam tiga tahun. Hal ini memperkuat data pemerintah dirilis pada akhir pekan menjadi optimistis.

Wall Street Melesat di Tengah Kemajuan Negosiasi Perang Dagang AS-China

Angka-angka terbaru dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa ekonomi domestik tetap tangguh meskipun ada tanda-tanda pertumbuhan global yang melemah.

Selanjutnya

Comments