Wakil Ketua DPR Akui Adanya Dinamika dalam Penentuan Presidential Threshold

Nasional

News / Nasional

Wakil Ketua DPR Akui Adanya Dinamika dalam Penentuan Presidential Threshold

Wakil Ketua DPR Akui Adanya Dinamika dalam Penentuan Presidential Threshold

KEPONEWS.COM - Wakil Ketua DPR Akui Adanya Dinamika dalam Penentuan Presidential Threshold Laporan Wartawan Tribunnews, M ZulfikarJAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan mengatakan, pembahasan revisi UU Pemilu masih bergulir di Pansus.Dia mengakui ada poin-poin krusial dalam RUU Pem...
Loading...

Laporan Wartawan Tribunnews, M Zulfikar

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan mengatakan, pembahasan revisi UU Pemilu masih bergulir di Pansus.

Dia mengakui ada poin-poin krusial dalam RUU Pemilu yang menjadi perdebatan mirip sistem pemilu, ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold).

Menurut Taufik, presidential threshold masih terbentur dengan aturan dalam undang-undang dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Pansus RUU Pemilu masih menyelaraskan aturan dalam UU dengan hasil putusan MK.

"Memang betul terkait hasil konstitusi bahwa presiden dan wakil presiden dapat dicalonkan oleh partai politik dan gabungan partai politik. Tapi masalahnya, masih ada combaining hasil keputusan MK yang menyetujui judicial review yang mengatakan bahwa Pemilu Pilpres dan Pileg dilaksanakan serentak," kata Taufik di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (18/1/2017).

Menurut politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu, putusan MK terkait penyelenggaraan pemilu menjadi dinamika tersendiri dalam pembahasan RUU Pemilu.

Keputusan presidential threshold tidak menutup kemungkinan akan dilakukan dengan pengambilan keputusan oleh fraksi-fraksi di DPR.

"Semuanya tergantung pada sikap fraksi-fraksi pada ketika mekanisme pengambilan keputusan. Biaarkan semuanya masih mengkaji, masih membahas dan berikan ruang seluas-luasnya," tuturnya.

Presidential threshold nol persen dan 25 persen menurut Taufik masih sebuah wacana yang terus dibahas oleh Pansus RUU Pemilu.

Menurutnya, harus dipahami adanya usulan PT nol persen yang menghendaki semua parpol dapat mencalonkan presiden dan PT 25 persen dimana parpol ingin menyederhanakan koalisi.

"Menurut saya semuanya masih berproses, apakah PT nol persen atau 25 persen sekali lagi bergantung pada pengambilan keputusan politik. Kalau di fraksi mentok tidak bisa ambil keputusan, pasti ada pertemuan para ketua umum parpol," tandasnya.

Loading...
Wakil Ketua DPR Akui Adanya Dinamika dalam Penentuan Presidential Threshold

Comments