Viral, Bocah Nyaris Meninggal Akibat Ngemil Camilan Ini!

Trending

Fun / Trending

Viral, Bocah Nyaris Meninggal Akibat Ngemil Camilan Ini!

Viral, Bocah Nyaris Meninggal Akibat Ngemil Camilan Ini!

KEPONEWS.COM - Viral, Bocah Nyaris Meninggal Akibat Ngemil Camilan Ini! SETELAH makan jajanan dragons breath yang lagi booming, seorang anak di Florida, Amerika Serikat nyaris kehilangan nyawa. Maka kamu jangan sembarangan membelinya, apalagi bagi pemilik alergi asma. Dra...

SETELAH makan jajanan dragons breath yang lagi booming, seorang anak di Florida, Amerika Serikat nyaris kehilangan nyawa. Maka kamu jangan sembarangan membelinya, apalagi bagi pemilik alergi asma.

Dragons breath kini memang jadi salah satu jenis jajanan dengan inovasi nitrogen cair yang tengah dicari-cari anak milenial. Tapi awas, jangan kepincut dulu dengan keunikannya, karena jajanan ini bisa memicu bahaya bagi sistem pernapasan.

Di Amerika Serikat, jajanan ini sudah lama booming. Sampai akhirnya ada di Indonesia, yang biasa dijual di pusat perbelanjaan.

Apesnya usai makan jajanan ini, Racheal Mckenny dari Saint Augustine, Florida, Amerika Serikat harus dilarikan ke rumah sakit. Asmanya kambuh usai menghisap nitrogen cair saat menjajal sensasi dragons breath.

Bagaimana tidak, wujud dari jajanan tersebut berupa makanan ringan seperti sereal, kemudian diberi cairan nitrogen. Sensasi makannya asap nitrogen itu dihisap, lalu dikeluarkan lewat mulut. Prosesnya mungkin hampir sama dengan merokok.

Camilan

Nah, karena punya gangguan asma, Mckenny usai membeli jajanan itu di pusat perbelanjaan pekan lalu, dia jatuh sakit.

Ibunya memperingatkan kepada orangtua lain untuk menghindari camilan tersebut. Alih-alih tak sebabkan gangguan pernapasan saja, tetapi juga dapat mengancam nyawa.

"Dia bisa mati gara-gara dragons breath," ungkapnya, dikutip Okezone dari Foxnews, Jumat (3/8/2018).

Insiden itu menjadi pelajaran bagi banyak orang. Bahkan kisahnya viral, karena diunggah di sosmed. Ada lebih dari 8.000 reaksi Netizen menanggapi insiden ini.

(hel)

Comments