Viral Bocah 12 Tahun Bertubuh Raksasa, Apa Penyebabnya?

Trending

Fun / Trending

Viral Bocah 12 Tahun Bertubuh Raksasa, Apa Penyebabnya?

Viral Bocah 12 Tahun Bertubuh Raksasa, Apa Penyebabnya?

KEPONEWS.COM - Viral Bocah 12 Tahun Bertubuh Raksasa, Apa Penyebabnya? Belum lama ini seorang bocah viral di sosmed. Hal ini lantaran Bocah yang masuk di tim sepakbola Sevilla U-12 mempunyai tubuh raksasa. Ia ialah Ibrahima Sow usia 12 tahun, bocah viral yang fotonya ter...
Loading...

Belum lama ini seorang bocah viral di sosmed. Hal ini lantaran Bocah yang masuk di tim sepakbola Sevilla U-12 mempunyai tubuh raksasa.

Ia ialah Ibrahima Sow usia 12 tahun, bocah viral yang fotonya tersebar di sosmed. Dalam foto tersebut, ia terlihat sedang bermain sepakbola dengan para anak laki-laki seusianya. Tentunya ada yang janggal dalam foto tersebut, di mana ukuran tubuh Sow berbeda dengan ukuran tubuh pemain pada umumnya.

Alhasil banyak orang yang bertanya apakah Sow bermain sepakbola dengan kategori usia yang sesuai dengannya. Sebagaimana diketahui, Sow menarik banyak perhatian publik saat membantu Sevilla di kompetisi La Liga Promises.

La Liga Promises ialah sebuah turnamen sepakbola Spanyol yang bertujuan untuk menemukan talenta muda sepakbola. Bocah laki-laki yang bertubuh lebih tinggi daripada pemain lainnya ini diejek karena ukuran badannya.

Tentunya banyak dari Kamu yang bertanya mengapa hal seperti ini bisa terjadi pada Ibrahima Sow?

Ibrahima Sow

Menurut Healthy Children, Rabu (18/6/2019) perkembangan pubertas yang cepat disebabkan oleh produksi hormon pertumbuhan berlebih oleh kelenjar hipofisis. Kondisi ini dapat merangsang pertumbuhan, terutama rahang dan tulang panjang lengan dan kaki.

Secara umum, pertumbuhan untuk anak perempuan dimulai sekitar dua tahun lebih awal daripada pertumbuhan untuk anak laki-laki. Anak-anak dengan pubertas dini mengalami pertumbuhan dini karena kenaikan awal yang abnormal dalam kadar hormon seks dalam tubuh mereka.

Awalnya hal ini menyebabkan anak-anak tumbuh lebih tinggi daripada anak-anak lain seusia mereka. Selain itu kerangka mereka juga matang lebih cepat. Seringkali ini menyebabkan mereka berhenti tumbuh pada usia dini.

Dampak jangka panjangnya merupakan tinggi mereka akan tersusul dengan orang normal pada umumnya karena pertumbuhan mereka terhenti semenjak dini.

Penyakit yang disebabkan oleh banyaknya hormon pertumbuhan disebut dengan (Hyperpituitarism). Penyakit ini akan menghasilkan dua kondisi adalah akromegali dan gigantisme pada tubuh penderitanya.

Akromegali merupakan suatu kondisi pada orang dewasa yang disebabkan oleh peningkatan sekresi hormon pertumbuhan setelah pertumbuhan normal berhenti.

Situasi ini sangat jarang dijumpai, karena orang dewasa tidak dapat tumbuh lebih tinggi. Kelebihan hormon pertumbuhan dalam akromegali menyebabkan tulang orang dewasa menebal serta struktur dan organ lainnya tumbuh lebih besar.

Lain halnya dengan Gigantisme. Gigantisme terjadi ketika ada sekresi hormon pertumbuhan yang berlebihan pada anak-anak sebelum pertumbuhan normal mereka berhenti. Hal ini menghasilkan pertumbuhan berlebih pada tulang panjang.

Selain pertumbuhan vertikal tinggi, terdapat juga pertumbuhan otot dan organ. Hasilnya merupakan seseorang yang sangat tinggi, dengan rahang besar, wajah besar, tengkorak besar, dan tangan dan kaki sangat besar.

(hel)

Comments