Vaksin Nusantara Jadi Kontroversi, Presiden PKS : Asal Sudah Lolos Uji Klinis, Clearlah Itu

Nasional

News / Nasional

Vaksin Nusantara Jadi Kontroversi, Presiden PKS : Asal Sudah Lolos Uji Klinis, Clearlah Itu

Vaksin Nusantara Jadi Kontroversi, Presiden PKS : Asal Sudah Lolos Uji Klinis, Clearlah Itu

KEPONEWS.COM - Vaksin Nusantara Jadi Kontroversi, Presiden PKS : Asal Sudah Lolos Uji Klinis, Clearlah Itu JAKARTA - Vaksin Nusantara terus mendapatkan dukungan, termasuk dari anggota DPR RI. Hanya hingga saat ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih belum memberikan ijin uji klinis fase II. Ter...

JAKARTA - Vaksin Nusantara terus mendapatkan dukungan, termasuk dari anggota DPR RI.

Hanya hingga saat ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih belum memberikan ijin uji klinis fase II.

Terkait hal itu, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu mengatakan partainya menyokong penggunaan vaksin Nusantara.

Namun, Syaikhu menyebut penggunaan vaksin itu tak dipermasalahkan asalkan telah lolos uji klinis dan banyak sekali persyaratan lainnya.

Ini Alasan Aburizal Bakrie Disuntik Vaksin Nusantara

Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal BakrieDewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (tangkap layar video)

"Jadi sepanjang vaksin itu memang sudah melalui uji klinis yang memadai secara ini dan layak, saya sepakat justru harus diutamakan vaksin yang milik kita sendiri," ujar Syaikhu, ditemui di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang No.82, Jakarta Selatan, Rabu (14/4/2021).

"Asal tadi persyaratannya sudah lolos uji klinis dan sebagainya, sudah clear lah itu," imbuhnya.

Meski kebutuhan vaksin di Indonesia mendesak setelah terjadinya embargo di India yang membuat vaksin tak bisa masuk, Syaikhu menegaskan keamanan masyarakat lah yang terutama.

Menurutnya ketika vaksin Nusantara belum dinyatakan teruji dan mempunyai resiko, tentu akan lebih baik tidak digunakan dahulu.

Gatot Nurmantyo Ikut Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Nusantara

Dipimpin Dasco, Sejumlah Anggota DPR Jalani Proses Vaksinasi Vaksin Nusantara di RSPAD

"Kalau memang masih belum teruji dan kemudian juga ada berisiko, saya kira harus dipertimbangkan (tidak digunakan)," jelasnya.

"Tapi kalau seandainya tadi sudah clear semua, kecuali tadi untuk pengujian sample tertentu nggak masif ya itu mungkin masih memungkinkan," tandasnya.

Comments