Usut Kematian Mahasiswi Esa Unggul, Polisi Kesulitan Saksi

Nasional

News / Nasional

Usut Kematian Mahasiswi Esa Unggul, Polisi Kesulitan Saksi

Usut Kematian Mahasiswi Esa Unggul, Polisi Kesulitan Saksi

KEPONEWS.COM - Usut Kematian Mahasiswi Esa Unggul, Polisi Kesulitan Saksi Kamis, 26 Januari 2017 | 15:49 WIBRatna, ibu dari Tri Ari Yani Puspo Arum, 22 tahun, mahasiswa Universitas Esa Unggul yang tewas di kamar kosnya, mendatangi Polsek Kebon Jeruk untuk membuat laporan,...
Loading...

Kamis, 26 Januari 2017 | 15:49 WIB

Usut Kematian Mahasiswi Esa Unggul, Polisi Kesulitan Saksi

Ratna, ibu dari Tri Ari Yani Puspo Arum, 22 tahun, mahasiswa Universitas Esa Unggul yang tewas di kamar kosnya, mendatangi Polsek Kebon Jeruk untuk membuat laporan, Selasa, 10 Januari 2017. Tempo/Egi Adyatama

Jakarta - Hingga ketika ini kepolisian masih belum bisa menemukan pembunuh dari Tri Ani Yani Puspo Arum, mahasiswi Universitas Esa Unggul yang ditemukan tewas pada 9 Januari 2017. Korban dijumpai tak bernyawa di dalam kosnya.

"Kendalanya karena minimnya saksi," ujar Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Hendy F Kurniawan di kantornya pada Kamis, 26 Januari 2017.

Menurut Hendy, polisi telah memeriksa saksi dari keluarga dan sahabat korban, termasuk tetangga kos dan pacar korban. Namun, tak satupun memberi berita penyebab kematian Tri Ani.

Baca : Polisi Periksa Lagi Orang Tua Mahasiswi Esa Unggul yang Tewas

Hendy menjelaskan, awalnya kasus ini ditangani oleh Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat dan Kepolisian Sektor Kebon Jeruk. Namun karena pelik, kasusnya akhirnya dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Polisi juga sempat mencurigai pacar korban. Namun ketika diperiksa, keterangan sang pacar korban tak menguatkan bahwa ia pembunuh Arum. "Keterangan yang disampaikan pacarnya memang benar, jadi kami coret namanya dari potensial suspect," kata Hendy.

Kecurigaan polisi juga sempat mengarah pada para pencuri spesialis kos-kosan. Namun dari hasil pemeriksaan sementara saksi, menurut Hendy, tak ditemukan penggunaan senjata tajam. "Tapi kami masih mendalami temuan ini. Bisa ada kemungkinan tersangka lain," ujarnya.

Hendy memperkirakan, pelaku pembunuhan lebih dari satu orang. Polisi juga menduga motifnya masih pencurian. Karena sejumlah barang milik Arum, mulai dari ponsel, dompet dan laptop hilang dari kamar.

Selain memeriksa saksi, polisi juga telah memeriksa tetangga korban dan kamera CCTV milik tetangga Arum. Namun hasilnya masih nihil. "Kami masih mencari petunjuk baru," kata Hendy.

Kasus kematian Arum ini menjadi sorotan karena pembunuh tak kunjung ditemukan. Ia ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusukan di dalam kosnya daerah Kebon Jeruk.

AVIT HIDAYAT

Loading...

Comments