United Tractor Akuisisi Tambang Emas Martabe Senilai Rp13,22 Triliun

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

United Tractor Akuisisi Tambang Emas Martabe Senilai Rp13,22 Triliun

United Tractor Akuisisi Tambang Emas Martabe Senilai Rp13,22 Triliun

KEPONEWS.COM - United Tractor Akuisisi Tambang Emas Martabe Senilai Rp13,22 Triliun JAKARTA - Kembangkan ekspansi usaha komoditi, PT United Tractors Tbk (UNTR) memberikan rencana akuisisi tambang emas Martabe di Sumatera Utara (Sumut) dengan nilai USD917,9 juta atau sekitar Rp13,22 t...

JAKARTA - Kembangkan ekspansi usaha komoditi, PT United Tractors Tbk (UNTR) memberikan rencana akuisisi tambang emas Martabe di Sumatera Utara (Sumut) dengan nilai USD917,9 juta atau sekitar Rp13,22 triliun. Berita tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta.

Disebutkan, perseroan berencana mengakuisisi tambang emas Martabe dari Agincourt Resources Pte. Ltd. melalui PT Danusa Tambang. Sejumlah 60% saham Danusa dimiliki oleh UNTR, sedangkan 40% sisanya dipegang oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA).

PAMA juga merupakan anak usaha UNTR. Perjanjiaan pengambilalihan yang ditandatangani pada Rabu 8 Agustus 2018 ini mencakup dua transaksi.

Pertama, pengambilan 95% saham Agincourt Resources Pte. Ltd milik PT Agincourt Resources senilai USD917,9 juta. Kedua, pemberian pinjaman dari UNTR dan PAMA kepada Agincourt sebesar USD325 juta.

Dengan estimasi kurs USD1 dengan kurs Rp14.400, maka nilai USD917,9 juta sekitar Rp13,22 Triliun. Adapun, nilai pinjaman USD325 juta setara dengan Rp4,68 triliun. Perseroan mengungkapkan, nilai pengambilan saham perusahaan sasaran masih dapat berubah karena penyesuaian posisi perusahaan keuangan pada tanggal penyelesaian transaksi.

Berdasarkan peraturan, transaksi yang dilakukan perseroan dnegan nilai 20% sampai dengan 50% dari ekuitas merupakan transaksi material yang memerlukan keterbukaan berita, tetapi tidak perlu persetujuan pemegang saham. Ekuitas UNTR per 31 Maret 2018 ialah USD3,69 miliar atau setara dengan Rp50,85 triliun. Nilai dari transaksi akuisisi ialah 32,76% dari ekuitas perseroan.

Manajemen memaparkan, perjanjian ini berakhir apabila terjadi dua hal. Pertama, sejumlah persyaratan tidak dapat dipenuhi dalam jangka waktu 4 bulan semenjak tanggal perjanjian pengambilalihan dengan opsi perpanjangan 2 bulan. Kedua, pembeli, dalam hal ini Danusa, tidak membayar deposit dalam jumlah yang disepakati dalam jangka waktu 5 hari setelah penandatanganan perjanjian pembelian.

Adapun, 95% saham Agincourt mewakili 4,75 juta saham seri A seharga Rp2.423, dan 76 juta saham seri B seharga Rp8.500. Total nilai saham itu mencapai Rp657,61 miliar. Berdasarkan tim penilai independen, opsi nilai pasar wajar pengambilalihan perusahaan sasaran per 31 Maret 2018 ialah USD965,77 juta.

Adapun, obyek transaksi ialah pengambilalihan 4,75 juta saham seri A dan 76 juta saham seri B milik penjual senilai USD917,9 juta, serta pinjaman maksimal USD325 juta.

Sementara menurut penilai independen rencana transaksi merupakan wajar. Kemudian untuk bunga pinjaman senilai USD325 juta mempunyai dua opsi. Pertama, JIBOR + 2% bila pinjaman diberikan dalam mata uang rupiah. Kedua, LIBOR + 2% bila pinjaman diberikan dalam mata uang dolar AS. Jatuh tempo pinjaman ialah 60 bulan semenjak tanggal pencairan.

(feb)

(rhs)


loading...

Comments