Ukuran Testis yang Terlalu Besar Jadi Tanda Penyakit Mematikan, Ini Buktinya

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Ukuran Testis yang Terlalu Besar Jadi Tanda Penyakit Mematikan, Ini Buktinya

Ukuran Testis yang Terlalu Besar Jadi Tanda Penyakit Mematikan, Ini Buktinya

KEPONEWS.COM - Ukuran Testis yang Terlalu Besar Jadi Tanda Penyakit Mematikan, Ini Buktinya SIAPA sangka, testis yang merupakan bagian tubuh yang mana terproduksinya hormon testoteron pria ternyata dapat menjadi indikator kesehatan pria. Misalnya saja testis yang terlalu besar atau terlalu k...


SIAPA sangka, testis yang merupakan bagian tubuh yang mana terproduksinya hormon testoteron pria ternyata dapat menjadi indikator kesehatan pria. Misalnya saja testis yang terlalu besar atau terlalu kecil dari ukuran normalnya, yaitu sekira 4,5-5 cm, dapat menjadi sebuah membuktikan terjadinya kesalahan pada kesehatan pria.

Melansir The Health Site, Selasa (12/2/2019), ukuran testis yang besar dapat menandakan akan terjadinya penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah, atau yang disebut dengan penyakit kardiovaskular. Penyakit ini terkenal sebagai penyakit mematikan.

Dikatakan seperti itu karena sepasang testis yang terlalu besar dari ukuran normalnya akan memproduksi hormon testoteron yang lebih banyak. Lalu, menurut penelitian yang dilakukan Harvard Medical School, Boston mengungkapkan bahwa kadar testoteron yang terlalu banyak pada tubuh dapat menjadi faktor penting terjadinya penyakit kardiovaskular.

Jangan Dipercaya, Terungkap 4 Mitos Menstruasi yang Salah Besar

Selain itu terlalu banyak testoteron, yang juga disebut dengan hipergonadisme, dapat menyebabkan tumor pada testis. Hal ini juga dapat ditandai dengan rasa pegal atau berat yang dirasakan pada bagian skrotum. Jikalau terjadi hal seperti ini, orang yang mengalaminya perlu melakukan pengangkatan.

Selain itu, ukuran testis yang kecil juga tidaklah menjadi menunjukan yang baik. Bila testis yang terlalu besar menandakan adanya produksi testoteron yang berlebih, testis yang kecil menandakan terjadinya produksi testoteron yang minim.

Keadaan seperti itu disebabkan oleh banyak sekali faktor dan juga dapat menjadi sebuah idikator terhadap beberapa penyakit. Contohnya ialah penyakit radang seperti TBC dapat memengaruhi kelenjar hipofisis yang akhirnya berujung pada sedikitnya testoteron yang diproduksi.

Video Games Baik untuk Kecerdasan Anak, Fakta atau Mitos?

Hipofisis merupakan kelenjar yang utama pada tubuh dan memproduksi beberapa hormon, termasuk testoteron. Jadi, jikalau sesorang mengalami ngangguan hipofisi, tubuhnya akan memproduksi testoteron dalam jumlah sedikit.

(dno)

Loading...

Comments