TREN BISNIS: Rp1.700 Triliun Kekayaan WNI Tidak Dilaporkan hingga Mi Instan Asal Korea Diawasi Ketat

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

TREN BISNIS: Rp1.700 Triliun Kekayaan WNI Tidak Dilaporkan hingga Mi Instan Asal Korea Diawasi Ketat

TREN BISNIS: Rp1.700 Triliun Kekayaan WNI Tidak Dilaporkan hingga Mi Instan Asal Korea Diawasi Ketat

KEPONEWS.COM - TREN BISNIS: Rp1.700 Triliun Kekayaan WNI Tidak Dilaporkan hingga Mi Instan Asal Korea Diawasi Ketat JAKARTA - Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Ken Dwijugiasteadi memaparkan, potensi pajak dari Wajib Pajak (WP) yang berada di Singapura sangat besar. Di mana jumlahnya aset WP Indonesia mencapai ribuan...

JAKARTA - Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Ken Dwijugiasteadi memaparkan, potensi pajak dari Wajib Pajak (WP) yang berada di Singapura sangat besar. Di mana jumlahnya aset WP Indonesia mencapai ribuan triliun rupiah di Singapura.

Sementara itu, menjelang Idul Fitri, sejumlah pusat perbelanjaan di DKI Jakarta diserbu pengunjung. Mereka memenuhi tenant atau gerai sehingga membuat mal tak ubahnya seperti pasar rakyat. Keramaian pusat perbelanjaan terlihat semenjak beberapa hari lalu.

Selanjutnya ada berita dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan yang sedang mengawasi peredaran mi asal Korea di Kota Medan. BBPOM di seluruh Indonesia telah diinstruksikan menarik produk mi itu karena mengandung fragmen DNA spesifik babi.

Ketiga informasi tersebut, menjadi berita-berita yang banyak menarik minat para pembaca di kanal usaha Okezone.com. Untuk itu, berita-berita tersebut kembali disajikan secara lengkap.

JAKARTA - Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Ken Dwijugiasteadi memaparkan, potensi pajak dari Wajib Pajak (WP) yang berada di Singapura sangat besar. Di mana jumlahnya aset WP Indonesia mencapai ribuan triliun rupiah di Singapura.

BERITA REKOMENDASI

Sementara itu, menjelang Idul Fitri, sejumlah pusat perbelanjaan di DKI Jakarta diserbu pengunjung. Mereka memenuhi tenant atau gerai sehingga membuat mal tak ubahnya seperti pasar rakyat. Keramaian pusat perbelanjaan terlihat semenjak beberapa hari lalu.

Selanjutnya ada berita dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan yang sedang mengawasi peredaran mi asal Korea di Kota Medan. BBPOM di seluruh Indonesia telah diinstruksikan menarik produk mi itu karena mengandung fragmen DNA spesifik babi.

Ketiga isu tersebut, menjadi berita-berita yang banyak menarik minat para pembaca di kanal usaha Okezone.com. Untuk itu, berita-berita tersebut kembali disajikan secara lengkap.

Ada Duit WP Rp1.700 Triliun di Singapura, Dirjen Pajak: Enggak Lapor di SPT!

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Ken Dwijugiasteadi memaparkan, potensi pajak dari Wajib Pajak (WP) yang berada di Singapura sangat besar. Di mana jumlahnya aset WP Indonesia mencapai ribuan triliun rupiah di Singapura.

Mereka-mereka yang nyimpan duit di Singapura, hasil tax amnesty kemarin, posisi kas dan setara kas mencapai Rp1.700 triliun. Disimpan di Singapura dan enggak lapor di SPT, kata Ken kepadaOkezonedi Jakarta, Senin (19/6/2017).

Dengan dana sejumlah itu, dia menyebut alokasi pajak yang bisa dioptimalkan sangat besar dari WP tersebut. Coba bayangin saja kalau duit segitu dilaporin, paling tidak 30%-nya kan harus bayar pajak, ucap dia.

Dia menyebut, Indonesia seharusnya kooperatif dengan Indonesia, khususnya dalam hal penyediaan berita keuangan WP Indonesia yang berada di sana.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi dan Commissioner of Inland Revenue Department, Hong Kong, Wong Kuen-fai menandatangani Bilateral Competent Authority Agreement (BCAA) di Hong Kong pada Jumat 16 Juni 2017.

Dengan ditandanganinya BCAA, Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pajak memiliki akses untuk mendapatkan berita keuangan Wajib Pajak Indonesia yang memiliki rekening keuangan di Hong Kong. Berita keuangan yang diperoleh dari Hong Kong tersebut akan digunakan untuk melengkapi basis data perpajakan.

Data ini dapat digunakan untuk menguji tingkat kepatuhan perpajakan sehingga diharapkan dapat mendorong kesadaran Wajib Pajak Indonesia untuk memenuhi kewajiban perpajakannya secara sukarela, terutama melaporkan penghasilan dan aset keuangannya di luar negeri. Kini, pemerintah telah mengupayakan agar bisa mengejar data finansial dari WP yang berada di Singapura.

TREN BISNIS: Rp1.700 Triliun Kekayaan WNI Tidak Dilaporkan hingga Mi Instan Asal Korea Diawasi Ketat

Comments

loading...