Toko Sepi, Pedagang Tanah Abang Buka Lapak di Trotoar

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Toko Sepi, Pedagang Tanah Abang Buka Lapak di Trotoar

Toko Sepi, Pedagang Tanah Abang Buka Lapak di Trotoar

KEPONEWS.COM - Toko Sepi, Pedagang Tanah Abang Buka Lapak di Trotoar Jakarta - Pedagang di Pasar Tanah Kakak ternyata tak hanya berjualan di toko, mereka juga ekspansi membuka lapak di pinggir jalan. Contohnya dilakukan Pedagang Tanah Kakak Blok G.Seorang pria yang eng...
Jakarta - Pedagang di Pasar Tanah Kakak ternyata tak hanya berjualan di toko, mereka juga ekspansi membuka lapak di pinggir jalan. Contohnya dilakukan Pedagang Tanah Kakak Blok G.

Seorang pria yang enggan namanya disebut mengaku terpaksa membuka lapak di trotoar seberang Blok G karena penjualan di tokonya sepi.

"Di sini lebih untung banget jualannya. Di toko malah sepi enggak ada sama sekali pengunjungnya," ujarnya kepada Selasa (14/11/2017).

"Sepi yang terasa banget itu 2-3 tahun ini. Akhirnya mutusin pindah ke bawah sini baru 2 tahun kok," lanjutnya.

Dia menjelaskan, selama berdagang di toko, omzetnya jauh lebih kecil dibanding setelah membuka lapak di trotoar.

"Di toko Blok G itu saya cuma banter sekitar Rp 150 ribu/bulan. Malah pernah Rp 0. Di sini bisa untung sampai Rp 3 juta/bulan," terang pria yang berjualan baju anak-anak ini.

Lapak pedagang Pasar Tanah AbangLapak pedagang Pasar Tanah Kakak Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance
Berdasarkan pantauan pedagang mulai menggelar dagangannya semenjak pukul 11.00 WIB dan memenuhi trotar samping Blok F dan seberang Blok G.

Senada, pedagang lain yang juga enggan disebut namanya, mengamini penjelasan rekannya sesama pedagang itu. Ia menggelar lapak daster di trotoar karena penjualan di toko sepi.

"Di sini jauh beda sama jualan di atas (toko). Di atas omzetnya bisa Rp 0, Rp 50 ribu saja enggak dapat. Kalau di sini lumayan ya saya juga baru 1 bulan," ucapnya.

Sementara itu, terkait sewa toko yang berada di Blok G. Para penjual mengaku masih meneruskan sewanya.

Namun, toko tersebut tidak dijadikan selayaknya tempat berdagang. Hanya menjadi sebuah gudang barang di mana biaya yang perlu dikeluarkan hanya sebesar Rp 120 ribu/bulan. (hns/hns)


Comments

loading...