Tips Memberikan ASI Eksklusif di Tengah Pandemi

Tips & Tricks

Fun / Tips & Tricks

Tips Memberikan ASI Eksklusif di Tengah Pandemi

Tips Memberikan ASI Eksklusif di Tengah Pandemi

KEPONEWS.COM - Tips Memberikan ASI Eksklusif di Tengah Pandemi Ketua Tim Peneliti Health Collaborative Center (HCC), Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK mengatakan, pemberian air susu ibu (ASI) langsung di tengah pandemi meningkat cukup pesat hingga 89 persen. Hal ini...

Ketua Tim Peneliti Health Collaborative Center (HCC), Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK mengatakan, pemberian air susu ibu (ASI) langsung di tengah pandemi meningkat cukup pesat hingga 89 persen. Hal ini menunjukkan, bahwa ibu menyusui tetap memberika kebutuhan buah hatinya.

"Angka ini meningkat tajam dibanding angka ASI Langsung di Indonesia selama beberapa tahun ini yang masih berkisar antara 30-50 persen," katanya saat webinar bertajuk 89% Ibu Menyusui Selama Masa Pandemi Covid-19 Berhasil Menyusui ASI Secara Langsung, Rabu (20/1/21).

Lantas apa tips agar ibu menyusui tetap aman ketika memeberikan ASI langsung kepada bayinya?

menyusui bayi

Dr. Ray menuturkan, bila ibu dalam keadaan sehat maka wajib memberikan ASI. Kemudian apabila (ibu) mengalami gejala ringan seperti batuk, masih bisa menyusui anaknya.

"Menyusui seperti biasa, aspek higienitas otomatis tetap harus dinomorsatukan. Ibu tetap seperti biasa harus mencuci tangannya lebih dulu," terangnya.

Kemudian kebersihan payudara juga harus diperhatikan, karena bayi akan menyentuh kulit ibunya. Serta apabila harus dipompa, pastikan peralatannya telah disterilisasi.

Selain itu, kebersihan mulut bayi juga penting diperhatikan, adalah dengan mencucinya lebih dulu. Sehingga saat menyentuh payudara tetap aman dan nyaman.

Lebih lanjut, kara dr. Ray, bila keadaan sang ibu sehat maka tak ada alasan untuk tidak memberikan ASI eksklusifnya kepada bayi, khususnya yang baru lahir. Hal ini juga diimbau oleh organisasi kesehatan dunia WHO.

"Selama masa pandemi tidak ada satupun alasan untuk stop menyusui, tidak ada satupun alasan untuk rawat terpisah harus, tetap rawat gabung itu sudah jelas-jelas dikatakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)," pungkasnya.

(DRM)

Comments