TGPF Intan Jaya Belum Temukan Saksi Mata Peristiwa Pembunuhan Pendeta Yeremia Zanambani

Nasional

News / Nasional

TGPF Intan Jaya Belum Temukan Saksi Mata Peristiwa Pembunuhan Pendeta Yeremia Zanambani

TGPF Intan Jaya Belum Temukan Saksi Mata Peristiwa Pembunuhan Pendeta Yeremia Zanambani

KEPONEWS.COM - TGPF Intan Jaya Belum Temukan Saksi Mata Peristiwa Pembunuhan Pendeta Yeremia Zanambani Benny Mamoto mengatakan sejauh ini pihaknya hanya menemui saksi-saksi yang berada di lokasi pembunuhan setelah kejadian. Rabu, 21 Oktober 2020 15:31 WIB Koresponden Tribun Networ...

Benny Mamoto mengatakan sejauh ini pihaknya hanya menemui saksi-saksi yang berada di lokasi pembunuhan setelah kejadian. Rabu, 21 Oktober 2020 15:31 WIB

Koresponden Tribun Network di Papua, Banjir Ambarita

Dua anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang tertembak di Intan Jaya saat melakukan investigasi terkait penembakan pendeta Yeremias Zanambani, Sabtu (10/10/2020) dievakuasi ke Jakarta memakai pesawat Boeing 737 TNI-AU.

JAKARTA - Meski telah menemui dan mewawancara langsung istri dan keluarga Pendeta Yeremia Zanambani serta mengajak mereka untuk ke tempat kejadian perkara tewasnya Yeremia, namun Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Intan Jaya belum menemukan adanya saksi yang melihat langsung peristiwa atau saksi mata tewasnya Yeremia.

Ketua Tim Investigasi Lapangan TGPF Intan Jaya, Benny Mamoto mengatakan sejauh ini pihaknya hanya menemui saksi-saksi yang berada di lokasi pembunuhan setelah kejadian.

Hal itu disampaikan Benny saat konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat pada Rabu (21/10/2020).

"Soal saksi mata, tugs tim sangat terbatas waktunya sehingga kami maksimalkan olah TKP yang dua anggota jadi korban, kemudian TKP Pendeta Yeremia, kemudian juga kami datang ke makam almarhum ke kediaman almarhum, nah sejauh ini belum ada saksi mata yang lihat langsung kejadian. Yang ada adakah pasca kejadian. Ketika sang istri nunggu suami tidak pulang-pulang akhirnya cek ke sangkar babi ditemukan kondisi itu," kata Benny.

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Birgjen Pol Dr Benny Josua Mamoto. (TRIBUNNEWS.COM/Domu D Ambarita)Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Birgjen Pol Dr Benny Josua Mamoto. (TRIBUNNEWS.COM/Domu D Ambarita) (TRIBUNNEWS.COM/Domu D Ambarita)

Namun demikian ia mengaku bersyukur TGPF telah membangun kepercayaan dengan keluarga Yeremia sehingga mereka mau untuk memberi berita seaindanya ada perkembangan.

Ia pun mengapresiasi para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang telah membantu tim membuka ruang dialog dengan keluarga Yeremia.

BREAKING NEWS: TGPF Intan Jaya Duga Ada Oknum Aparat Terlibat Tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani

"Kita tidak tahu nanti perkembangan berikutnya, karena kita juga setelah membangun trust dengan keluarga dan tokoh-tokoh setempat mereka sepakat ingin beri info seandainya ada perkembangan," kata Benny.

Benny memberikan dalam proses investigasi tersebut pihaknya telah mencoba mendengar dari seluruh pihak terkait dengan peristiwa tewasnya Yeremia pada 19 September 2020.

Hal tersebut dilakukan untuk membuka ruang kemungkinan seluas-luasnya atas segala kemungkinan siapa pelaku pembunuhan Yeremia yang sebenaenya mengingat muncul saling tuding antara pihak TNI dan KKSB terkait pelaku pembunuhan tersebut.

"Jadi ketika turun tidak langsung pakai kacamata kuda ke satu pihak. Tidak. Semua pihak kita dengar, semua pihak kita ajak bicara, semua pihak kita mintai data dan infonya. Sekali lagi berkat pendekatan kultural yang dilakukan oleh tokoh agama dan masyarakat kami sangat terbantu," kata Benny.

Penulis: Gita Irawan

Editor: Johnson Simanjuntak

Ikuti kami di BERITA REKOMENDASI "); $("#latestul").append(""); $(".loading").show; var newlast = getLast; $.getJSON("https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?", start: newlast,section:'1',img:'thumb2', function(data) $.each(data.posts, function(key, val) if(val.title) newlast = newlast + 1; newlast = newlast+1; if(val.video) var vthumb = ""; var vtitle = " "; else var vthumb = ""; var vtitle = ""; if(val.thumb) var img = ""+val.title+""+vthumb+""; var milatest = "mr140"; else var img = ""; var milatest = ""; if(val.subtitle) subtitle = ""+val.subtitle+""; else subtitle = ''; if(val.thumb) img = ""+val.title+""+vthumb+""; else img = ''; if(val.c_title) cat = ""+val.c_title+""; else cat = ''; $("#latestul").append(""+img+""); else $("#latestul").append('Tampilkan lainnya'); $("#test3").val("Done"); return false; ); $(".loading").remove; ); else if (getLast > 150) if ($("#ltldmr").length == 0) $("#latestul").append('Tampilkan lainnya'); ); ); function loadmore if ($("#ltldmr").length > 0) $("#ltldmr").remove; var getLast = parseInt($("#latestul > li:last-child").attr("data-sort")); $("#latestul").append(""); $(".loading").show; var newlast = getLast ; if($("#test3").val == 'Done') newlast=0; $.getJSON("https://api.tribunnews.com/ajax/latest", function(data) $.each(data.posts, function(key, val) if(val.title) newlast = newlast+1; if(val.video) var vthumb = ""; var vtitle = " "; else var vthumb = ""; var vtitle = ""; if(val.thumb) var img = ""+val.title+""+vthumb+""; var milatest = "mr140"; else var img = ""; var milatest = ""; if(val.subtitle) subtitle = ""+val.subtitle+""; else subtitle = ''; $("#latestul").append(""+img+""); else return false; ); $(".loading").remove; ); else $.getJSON("https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?", start: newlast,section:sectionid,img:'thumb2',total:'40', function(data) $.each(data.posts, function(key, val) if(val.title) newlast = newlast+1; if(val.video) var vthumb = ""; var vtitle = " "; else var vthumb = ""; var vtitle = ""; if(val.thumb) var img = ""+val.title+""+vthumb+""; var milatest = "mr140"; else var img = ""; var milatest = ""; if(val.subtitle) subtitle = ""+val.subtitle+""; else subtitle = ''; $("#latestul").append(""+img+""); else return false; ); $(".loading").remove; ); BERITA TERKINI

Comments