Tes COVID-19 Tak Hanya Ambil Dahak, Dokter Juga Lakukan Ini

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Tes COVID-19 Tak Hanya Ambil Dahak, Dokter Juga Lakukan Ini

Tes COVID-19 Tak Hanya Ambil Dahak, Dokter Juga Lakukan Ini

KEPONEWS.COM - Tes COVID-19 Tak Hanya Ambil Dahak, Dokter Juga Lakukan Ini Selama ini masyarakat hanya tahu bahwa pengujian penyakit COVID-19 (coronavirus disease-2019) hanya dengan medium swab atau dahak. Pengujian ini biasa dilakukan juga pada pasien flu biasa. Namun, belu...

Selama ini masyarakat hanya tahu bahwa pengujian penyakit COVID-19 (coronavirus disease-2019) hanya dengan medium swab atau dahak. Pengujian ini biasa dilakukan juga pada pasien flu biasa.

Namun, belum lama ini pakar medis memaparkan bahwa pengujian COVID-19 tidak sekadar mengambil dahak, tetapi ada hal 'menjijikan' yang harus dilakukan dokter.

"Para dokter harus mengambil swab yang ada di bagian belakang hidung hingga tenggorokan. Untuk pasien, tindakan ini sangat tidak nyaman, apalagi dilakukan dalam waktu 10 detik," ungkap Dr. Lewis Kohl, direktur CareMount Medical pada New York Post.

Nah, kalau pasien flu, mereka hanya akan diambil swabnya yang ada di area mulut. Tentu ini lebih mudah dan tak menyiksa bagi pasien itu sendiri.

Ambil Dahak

Lebih lanjut, sebelum swab itu diuji COVID-19, pasien akan menjawab beberapa pertanyaan terlebih dulu, salah satunya apakah mereka pernah ke Wuhan, China, sebelumnya? Apakah mengalami sulit bernapas? Atau pertanyaan apakah pernah melakukan kontak dengan pasien COVID-19 sebelumnya?

Dalam kasus yang jarang terjadi, dokter mungkin juga mencoba memasukkan lendir dari bagian saluran pernapasan yang sulit dijangkau, yang mungkin melibatkan intubasi atau penyemprotan kabut salin ke paru-paru, kata Kohl.

"Kalau (samp) dirasa tidak cukup kuat untuk menegakan diagnosis, dokter mungkin perlu masukan alat lebih dalam lagi," katanya. "Salin yang dimasukan merupakan cairan yang sangat asin yang menyebabkan Kamu mengeluarkan dahak - goober kuning besar jauh di paru-paru Kamu."

Menurut Kohl, tindakan ini bisa jadi tidak menyenangkan untuk pasien COVID-19 karena mereka dipaksa untuk menghirup sesuatu yang buruk.

Selanjutnya

Comments