Terpapar Gas Air Mata di Aksi 22 Mei BIsa Membuat Penglihatan Buram

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Terpapar Gas Air Mata di Aksi 22 Mei BIsa Membuat Penglihatan Buram

Terpapar Gas Air Mata di Aksi 22 Mei BIsa Membuat Penglihatan Buram

KEPONEWS.COM - Terpapar Gas Air Mata di Aksi 22 Mei BIsa Membuat Penglihatan Buram Aksi 22 Mei yang memprotes hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 telah dimulai semenjak pagi. Sejumlah massa terus berdatangan ke Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di bilangan Thamrin, Jakarta Pus...
Loading...

Aksi 22 Mei yang memprotes hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 telah dimulai semenjak pagi. Sejumlah massa terus berdatangan ke Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di bilangan Thamrin, Jakarta Pusat. Aksi ini sebenarnya sudah ada semenjak kemarin, beberapa jam setelah hasil diumumkan. Namun jumlah massa yang ikut jauh lebih sedikit dibanding hari ini.

Tak bisa dipungkiri, Aksi 22 Mei ini membuat beberapa pihak merasa khawatir, terutama mereka yang tidak turut serta dan masih harus beraktivitas. Belum lagi aksi kemarin menjelang dini hari berakhir ricuh. Aparat kepolisian sempat bersitegang dengan massa yang tidak mau dibubarkan. Bahkan lokasi ketegangan meluas hingga sekitar Tanah Abang.

Pagi tadi, aksi juga sempat berlangsung ricuh. Berdasarkan pantauan Okezone di TKP, dampak kericuhan masih terasa. Salah satunya merupakan sisa-sisa gas air mata yang disemprotkan oleh petugas kepolisian untuk menghalau massa. Biarpun sudah disemprotkan beberapa jam sebelumnya, sisa gas air mata tetap bisa membuat mata orang-orang yang melintas di sekitarnya terasa perih.

Gas air mata sebetulnya bukan murni gas yang menguap, tetapi masih ada partikel kimia atau merica padat yang dilarutkan. Apabila partikel tersebut masih ada dan terperangkap di lekukan jaringan selaput mata maka bisa memberikan efek berkepanjangan, ujar dokter spesialis mata, Prof. dr Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM, PhD saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (22/5/2019).

Aksi 22 Mei

Dr Tjahjono mengungkapkan, untuk menghilangkan efek dari gas air mata, maka mata harus dibilas dengan air mengalir. Tujuannya merupakan membuang partikel yang terperangkap. Alasannya adalah partikel tersebut bukan hanya sekadar mengiritasi selaput lendir mata, tetapi juga bisa membuat selaput lendir hidung meradang.

Akibatnya bisa mengakibatkan sesak napas. Selain itu, partikel tersebut juga bisa membuat produksi air mata yang tidak normal. Pada akhirnya hal tersebut dapat memicu penglihatan menjadi buram, terang dr Tjahjono.

Bila terus dibiarkan, partikel yang terangkap bisa berdampak fatal. Sesak napas berat dimana terjadinya produksi lendir dan spasme otot pada saluran pernapasan bisa saja memicu kondisi gagal napas, imbuh dr Tjahjono.

Dari penjelasan ini, sebaiknya Kamu yang berada di sekitar lokasi terjadinya Aksi 22 Mei dan terkena dampak dari gas air mata segera mencari pertolongan. Langkah paling mudah untuk dilakukan ialah membilas mata dengan air mengalir untuk membuang partikel yang terjebak dan pergi ke lokasi yang lebih kondusif.

(hel)

Loading...
Loading...

Comments