Terlalu Sering Berhubungan Intim Bikin Miss V Tidak Elastis, Benarkah?

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Terlalu Sering Berhubungan Intim Bikin Miss V Tidak Elastis, Benarkah?

Terlalu Sering Berhubungan Intim Bikin Miss V Tidak Elastis, Benarkah?

KEPONEWS.COM - Terlalu Sering Berhubungan Intim Bikin Miss V Tidak Elastis, Benarkah? Bila diibaratkan, vagina seperti sebuah karet. (Depositphotos) Sebagian orang mungkin pernah mendengar mitos wacana wanita yang terdengar seperti mengintimidasi wanita. Sayangnya, baik kaum pria dan...
Terlalu Sering Berhubungan Intim Bikin Miss V Tidak Elastis, Benarkah?

Bila diibaratkan, vagina seperti sebuah karet. (Depositphotos)

Sebagian orang mungkin pernah mendengar mitos wacana wanita yang terdengar seperti mengintimidasi wanita. Sayangnya, baik kaum pria dan wanita, banyak yang meyakini mitos tersebut.

Seperti dilansir Gurl, banyak wanita yang khawatir akan mitos yang menyebar luas di masyarakat seperti elastisitas miss V, miss V berbau tidak sedap, atau hal-hal lainnya. Kamu perlu mengetahui bahwa seluruhnya tidak benar dan tidak seberbahaya yang orang pikirkan.

Miss V yang bau menandakan tidak sehat?

Banyak wanita yang merasa tidak nyaman ketika mendapati ada bau di vagina mereka sehingga akhirnya mereka memilih untuk memakai wewangian agar menghilangkan bau tersebut. Ada juga sebagian orang yang berangapan bahwa bau yang ada di "miss V" menjadi tanda bahwa vagina berada dalam kondisi yang kurang baik. Sesungguhnya itu tidak sepenuhnya benar.

Area kewanitaan memang memilki aroma khas yang alami. Selama vagina tidak mengeluarkan lendir atau keputihan yang berwarna atau berlebihan, maka itu dapat dikatakan normal. Terkadang miss V juga lebih bau daripada biasanya ketika sedang haid. Hal tersebut wajar karena darah haid juga keluar dan menimbulkan aroma yang khas.

(Depositphotos)

(Depositphotos)

Sering melakukan hubungan intim akan membuat miss V tidak elastis?

Sering kita mendengar bahwa jikalau melakukan sering melakukan hubungan seks atau melakukan hubungan dengan lebih dari satu orang akan membuat vagina menjadi longgar. Hal itu tidaklah benar. Kalau diibaratkan, vagina seperti sebuah karet. Vagina dapat melentur ketika mendapat rangsangan dan menyesuaikan dengan bentuk Mr. P lalu akan kembali merapat kebentuk aslinya ketika tidak mendapat rangsangan.

Kram ketika haid itu normal?

Sebagian wanita mungkin berpikir bila kram yang terjadi ketika haid ialah sebuah hal yang wajar. Hal itu tidak sepenuhnya benar. Kram saat haid memang kerap dirasakan wanita terutama pada tiga hari pertama menstruasi. Tetapi kalau kram yang dialami sangat menyakitkan sehingga membuat Kamu tidak dapat bergerak, mungkin ada sesuatu yang tidak normal dengan menstruasi Kamu.

Memakai obat penghilang rasa sakit ketika haid juga dapat membantu Kamu. Tetapi bila Kamu terus mengalami sakit dan kram ketika haid padahal sudah menggunakakan obat penghilang rasa sakit, sebaiknya Kamu pergi ke dokter kandungan untuk memeriksanya.

Wanita tidak dapat memakai tampon ketika masih perawan?

Bagi sebagian wanita, memakai tampon akan lebih nyaman dibanding memakai pembalut karena bila memakai pembalut akan meninggalkan bekas dan sering 'tembus'. Memakai tampon memang lebih nyaman dan tidak perlu khawatir akan 'tembus', tetapi banyak orang yang beranggapan bahwa tampon hanya bisa digunakan oleh wanita yang sudah melakukan hubungan intim.

Well, ini sama sekali tidak benar. Bila kita memakai tampon, tampon akan dipasang sebelum mengenai selaput dara wanita, jadi baik masih perawan ataupun tidak, memakai tampon oke saja.

Pil KB hanya untuk mengontrol kehamilan?

Nah, yang satu ini pasti semua orang berpikir begitu padahal banyak manfaat yang Kamu dapatkan bila Kamu memakai pil KB. Sebenarnya pil KB berguna untuk menekan produksi hormon berlebih pada wanita sehingga bisa mengurangi rasa sakit ketika haid, menghaluskan kulit atau bahkan dapat mengobati jerawat pada wajah.

Rekomendasi

Comments