Terjebak Utang Demi Pernikahan Impian, Apa Yang Harus Dilakukan?

Tips & Tricks

Fun / Tips & Tricks

Terjebak Utang Demi Pernikahan Impian, Apa Yang Harus Dilakukan?

Terjebak Utang Demi Pernikahan Impian, Apa Yang Harus Dilakukan?

KEPONEWS.COM - Terjebak Utang Demi Pernikahan Impian, Apa Yang Harus Dilakukan? Perencana keuangan dari OneShildt Financial Planning, Budi Raharjo, CFP mengatakan bahwa berutang demi pernikahan sebaiknya dihindari. Utang akan menjadi beban tersendiri bagi pasangan setelah meni...
Loading...

Perencana keuangan dari OneShildt Financial Planning, Budi Raharjo, CFP mengatakan bahwa berutang demi pernikahan sebaiknya dihindari. Utang akan menjadi beban tersendiri bagi pasangan setelah menikah. Jangan sampai setelah pesta pernikahan digelar yang notabene hanya satu sampai dua hari, menjadi beban untuk mereka selama berbulan-bulan ke depan, terang Budi.

(Depositphotos)

(Depositphotos)

Ya, utang untuk biaya pernikahan tergolong sebagai utang konsumtif. Oleh karenanya, jumlah utang untuk modal pernikahan pun harus dibatasi. Budi menyarankan, batasan untuk mengambil besar cicilan tidak lebih dari 15 persen dari penghasilan bulanan pasangan.

Para pasangan harus memikirkan biaya kehidupan setelah menikah. Misalnya, mereka harus menabung untuk membeli rumah, membiayai kehamilan, persalinan dan sebagainya. Jikalau pasangan harus mencicil untuk melunasi biaya pernikahan, tentunya akan mengurangi kemampuan menabung pasca pernikahan. Makanya saya menganjurkan para pasangan mengambil utang dengan tenor cicilan tidak lebih dari tiga bulan, Budi menyarankan.

Jikalau Terlanjur Berutang

Bagaimana bila nasi sudah menjadi bubur? Kalau Kamu dan pasangan sudah terlanjur mengambil utang untuk biaya pernikahan dengan jumlah cicilan melebihi saran tadi, maka yang perlu dilakukan merupakan menekan pengeluaran atau meningkatkan pendapatan.

Kalau sudah terlanjur berutang dan jumlah cicilannya ternyata melebihi 15 persen, maka yang bisa saya sarankan ialah menekan pengeluaran untuk sementara waktu sampai cicilan lunas, atau meningkatkan pendapatan dengan mencari penghasilan tambahan. Bila tidak memungkinkan maka dapat juga melunasi sebagian utang dengan beberapa aset yang masih dimungkinkan untuk dilikuidasi, sarannya.

Lebih lanjut Budi memberikan pilihan yang lebih baik dari pada berutang, adalah dengan menabung sebelum pernikahan digelar. Menurutnya apabila seseorang dapat menyisihkan sekitar 30 persen dari penghasilannya saat lajang, maka dalam waktu lima tahun ke depan orang tersebut dapat menyelenggarakan pesta pernikahan.

dana pernikahan dengan menabung dari awal merupakan cara terbaik. Apabila pasangan mengalami kendala biaya meski sudah menabung, masih ada cara menyiasatinya. Seperti memakai rumah pribadi sebagai tempat penyelenggaraan, rajin membandingkan biaya dekorasi, dokumentasi dan hiburan pesta pernikahan dari satu penyedia ke penyedia lain, serta memberdayakan kerabat yang bersedia membantu sebagai tim konsumsi. Intinya, utang merupakan solusi terakhir apabila terjadi pengeluaran yang bersifat penting, bukan untuk menambah kemewahan acara pernikahan. ujarnya.

Selain itu, dengan menabung, pasangan menjadi terbiasa disiplin dalam merencanakan keuangan. Tidak tergesa-gesa dan gegabah dalam membuat keputusan keuangan akan menjadi modal yang bermanfaat dalam memecahkan masalah keuangan. Kecerdasan menunda kesenangan jadi terbentuk dan jikalau kebiasaan ini dapat dikembangkan bersama pasangan maka akan menjadi kebiasaan yang baik bagi mereka ke depannya, tutup Budi. J Agestia/Foto: Dok. Pribadi

Rekomendasi

Loading...

Comments