Terhalangi Karang, Bangkai Kapal dari Akhir Abad ke-18 Ditemukan

Tekno & Gadget

Updates / Tekno & Gadget

Terhalangi Karang, Bangkai Kapal dari Akhir Abad ke-18 Ditemukan

Terhalangi Karang, Bangkai Kapal dari Akhir Abad ke-18 Ditemukan

KEPONEWS.COM - Terhalangi Karang, Bangkai Kapal dari Akhir Abad ke-18 Ditemukan Ilustrasi terumbu karang. (Pixabay/visavietnam) Belum lama ini ilmuwan dari Institut Nasional Antropologi dan Sejarah (INAH) Meksiko menemukan bangkai kapal di perairan pantai sekitar Banco Chincho...

Ilustrasi terumbu karang. (Pixabay/visavietnam)

Belum lama ini ilmuwan dari Institut Nasional Antropologi dan Sejarah (INAH) Meksiko menemukan bangkai kapal di perairan pantai sekitar Banco Chinchorro Biosphere Reserve di Semenanjung Yucatan. Adapun informasinya mereka dapatkan dari nelayan setempat.

Bangkai kapal ini tertutup karang dan diduga telah berada di sana lebih dari 200 tahun lalu. Dan meskipun proyek pengangkatan bangkai kapal sedikit terhambat oleh pandemi Covid-19, tim berhasil melakukan beberapa penyelaman.

Dilansir dari IFL Science, sebagian besar kayu kapal telah terdegradasi. Puing-puingnya ialah batang besi, jangkar, dan meriam sepanjang 8 m. Tim INAH mengatakan bahwa desain kapal merujuk pada kapal layar Inggris yang berasal dari sekitar akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19, meskipun sedikit yang diketahui wacana sejarahnya. Menurut para pakar INAH, bangkai kapal yang baru ditemukan ini ialah bangkai kapal ke-70 yang terdaftar di Banco Chinchorro Biosphere Reserve.

Ilustrasi kapal karam. [Shutterstock]Ilustrasi kapal abad ke-18 [Shutterstock]

Banco Chinchorro sendiri dikenal oleh para pelaut sebagai daerah "kurang tidur". Artinya sangat sulit dilalui karena banyaknya terumbu karang. Tidak mengherankan, karena di daerah itu sering terjadi kapal tenggelam.

Bangkai kapal itu semenjak lama dikenal sebagai "kecelakaan Manuel Polanco", merunuit nama nelayan yang pertama kali mencurigai keberadaan kapal tenggelam itu pada 1990-an. Sekarang sudah pensiun dan lanjut usia, Manuel Polanco tidak lagi dapat melaut, tetapi ia berhasil mengingat kembali lokasi kapal tenggelam itu, dan memberitahu anak lelakinya yang memimpin para arkeolog INAH ke lokasi penemuan.

Tak hanya itu, nelayan setempat juga menemukan sisa-sisa pelbagai bangkai kapal, termasuk dua bangkai kapal terkenal di Banco Chinchorro yang dikenal sebagai "40 Ca ones" dan "The Angel".

Dalam penemuan lain dari pantai Semenanjung Yucatan, arkeolog kelautan dari INAH pada 2018 juga menemukan sisa-sisa kapal perang Belanda dari abad ke-18, kapal uap bergaya Inggris dari abad ke-19, sampai mercusuar.(Suara.com/Lintang Siltya Utami)

Comments