Terbitnya Aturan Main Mobil Listrik Bakal Molor dari Rencana Awal

Otomotif

News / Otomotif

Terbitnya Aturan Main Mobil Listrik Bakal Molor dari Rencana Awal

Terbitnya Aturan Main Mobil Listrik Bakal Molor dari Rencana Awal

KEPONEWS.COM - Terbitnya Aturan Main Mobil Listrik Bakal Molor dari Rencana Awal SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ Usai meresmikan secara resmi pengoperasian tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), Presiden RI, Joko Widodo mencoba mobil listrik ezzyITS di gerbang tol Warugunung, Selasa (19/12). Pres...
Terbitnya Aturan Main Mobil Listrik Bakal Molor dari Rencana Awal

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ

Usai meresmikan secara resmi pengoperasian tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), Presiden RI, Joko Widodo mencoba mobil listrik ezzyITS di gerbang tol Warugunung, Selasa (19/12). Presiden mengapresiasi mobil karya dosen dan mahasiswa ITS itu, Pemerintah nanti yang akan menjembatani hingga diproduksi masal hingga jadi Brand. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ

JAKARTA - Regulasi kendaraan listrik masih belum bisa selesai dalam waktu dekat.

Kementerian Perindustrian menilai masih ada beberapa hal yang harus dibereskan sebelum regulasi yang terangkum dalam aturan kendaraan emisi karbon rendah atau low carbon emission vehicle (LCEV).

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Harjanto menjelaskan draf final sudah ada di Kementerian Perindustrian.

Namun masih ada isu antar Kementerian yang masih harus dibereskan sebelum diterbitkan.

"Dalam waktu dekat masih ada pembicaraan lagi antar Kemenperin dan juga Kementerian ESDM mengenai hal ini," kata Harjanto , Jumat (12/1).

Menurutnya masalah utama dari segi infrastruktur. Pertama, belum ada kejelasan mengenai stasiun pengisian bahan bakar listrik yang bisa cepat mengisi baterai dari kendaraan listrik.

Kedua, masalah ketersediaan produksi industri baterai di Indonesia. Baterai ini padahal sebagai penggerak utama kendaraan listrik tersebut.

Keluarga Nikita Mirzani Lepaskan Sopir Truk yang Menabrak Sang Saudara termuda

"Pengelolaan limbah baterai itu juga belum diselesaikan. Kita tentu tidak mau ada masalah lingkungan baru," terang Harjanto.

Selain itu dari segi bahan baku Lithium baterai itu di Indonesia belum dikembangkan. Saat ini bahan baku Lithium utamanya masih dari Peru dan juga Tiongkok.



Comments