Terancam oleh Musim Dingin, Solusi dari Negara Ini Bikin Tercengang

Tekno & Gadget

Updates / Tekno & Gadget

Terancam oleh Musim Dingin, Solusi dari Negara Ini Bikin Tercengang

Terancam oleh Musim Dingin, Solusi dari Negara Ini Bikin Tercengang

KEPONEWS.COM - Terancam oleh Musim Dingin, Solusi dari Negara Ini Bikin Tercengang Kelangkaan energi menjadi salah satu masalah yang harus dihadapi warga Eropa jelang musim dingin.Ilustrasi pembangkit listrik tenaga angin. (Pexels) Krisis ene...

Kelangkaan energi menjadi salah satu masalah yang harus dihadapi warga Eropa jelang musim dingin.

Ilustrasi pembangkit listrik tenaga angin. (Pexels)

Krisis energi yang melanda Eropa belakangan ini mulai menimbulkan rasa khawatir, apalagi memasuki musim dingin di akhir tahun.

Kebutuhan akan listrik untuk menyalakan pemanas di tiap-tiap rumah warga Eropa bakal meroket, tak sebanding dengan kapasitas produksi energi yang terancam melemah karena konflik yang terjadi di Ukraina.

Dilansir dari Russia Today, untuk mengakali masalah ini, pemerintah Moldova telah meluncurkan situs web khusus yang akan membantu warga menemukan kayu bakar untuk memanaskan rumah mereka, pihak berwenang mengumumkan minggu ini.

"Situs ini memberikan berita wacana kehutanan terdekat, sehingga memfasilitasi proses penyediaan kayu bakar bagi penduduk untuk pemanasan," kata layanan pers Kabinet Menteri Moldova dalam sebuah pernyataan.

Kayu bakar menjadi langka akhir-akhir ini karena lebih banyak orang menghindari membayar tagihan gas yang melonjak. Karena kekurangan itu, batas 5 meter kubik kayu bakar telah ditetapkan per rumah tangga yang dijual dengan harga di bawah pasar, lapor media lokal.

Ilustrasi musim dingin. (Pexels)Ilustrasi musim dingin. (Pexels)

Sebelumnya, pemerintah negara itu juga meluncurkan hotline di mana orang bisa mendapatkan berita perihal penyimpanan kayu bakar dan memberi tahu pihak berwenang wacana kasus korupsi dan penebangan pohon ilegal.

Salah satu negara termiskin di Eropa, Moldova telah bergulat dengan rekor inflasi tahunan tertinggi lebih dari 30%, sebagian besar disebabkan oleh biaya energi.

Pihak berwenang telah mendesak rumah tangga untuk mengurangi konsumsi gas sebanyak mungkin, karena harga telah melonjak sekitar lima kali lipat semenjak awal tahun.

Negara itu juga menghadapi tenggat waktu pada 1 Oktober untuk menegosiasikan pembayaran utang dengan Gazprom Rusia. Bila pembicaraan gagal, hal itu dapat menyebabkan pemutusan pasokan gas secara penuh.

Comments