Tender Obat ARV untuk HIV Gagal, Ini Kata Kemenkes

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Tender Obat ARV untuk HIV Gagal, Ini Kata Kemenkes

Tender Obat ARV untuk HIV Gagal, Ini Kata Kemenkes

KEPONEWS.COM - Tender Obat ARV untuk HIV Gagal, Ini Kata Kemenkes PERGAULAN bebas yang dilakukan oleh sebagian besar anak muda zaman sekarang telah menyebabkan banyak penyakit menular yang berkembang di masyarakat. Oleh karena itu, ketersediaan obat pun harus tercuk...
Loading...

PERGAULAN bebas yang dilakukan oleh sebagian besar anak muda zaman sekarang telah menyebabkan banyak penyakit menular yang berkembang di masyarakat. Oleh karena itu, ketersediaan obat pun harus tercukupi seiring berkembangnya penyakit menular di Indonesia.

Salah satu penyakit yang berkembang karena maraknya pergaulan bebas di kalangan anak muda merupakan Human Immunodeficiency (HIV). Nah, untuk mengobati penyakit tersebut maka obat antiretroviral (ARV) dibutuhkan untuk perawatan infeksi virus.

Pada 2018 beredar kabar bahwa tender beberapa obat ARV gagal dilakukan Indonesia. Alhasil, ini menjadi suatu hal yang sangat menakutkan, mengingat cukup banyaknya penderita HIV di Tanah Air. Melihat masalah ini, Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan, dra. Engko Sosialine Magdalene, mengimbau masyarakat untuk tidak panik.

: Korban DBD di Labuan Bajo Paling Banyak

Menurutnya stok obat ARV masih tercukupi untuk 10 bulan ke depan terhitung semenjak Desember 2018. Hal ini berhasil teratasi dengan baik meskipun tender beberapa obat ARV gagal dilakukan pada 2018. Ia mengatakan telah menyediakan alternatif yang bisa digunakan para pasien untuk berobat.

Tender beberapa obat ARV memang gagal pada 2018, tapi kami sampaikan saat ini untuk tidak khawatir karena persediaan telah kami cukupi. Untuk saat ini persediaan lepasan masih ada, jadi bisa dilakukan sebagai pilihan alternatif. Kami juga telah melakukan import dengan Global Fund, terang Engko, saat diwawancarai Okezone, Kamis (10/1/2019).

: Dokter Mogok di Indramayu, Dekan FKUI: Mogok Rugikan Pasien!

Engko juga mengatakan telah memperhitungkan dengan teliti masalah ketersediaan obat ARV. Bahkan bila sewaktu-waktu terjadi penambahan pasien baru yang tak terduga. Semuanya telah diantisipasi dengan terus menjaga ketersediaan obat yang dimiliki.

Setelah kami hitung untuk ketersediaan pada Desember, untuk 10 bulan ke depan ketersediaan tidak menjadi masalah. Secara umum kalau ada penambahan pasien baru, hal itu juga akan diantisipasi. Kami akan menghitung terus dan menjaga ketersedian obat tersebut, tuntasnya.

(tam)


Loading...
Loading...

Comments