Tarif Tinggi Tiket Pesawat Pengaruhi Wisatawan, Ini Tips dari ASITA

Tips & Tricks

Fun / Tips & Tricks

Tarif Tinggi Tiket Pesawat Pengaruhi Wisatawan, Ini Tips dari ASITA

Tarif Tinggi Tiket Pesawat Pengaruhi Wisatawan, Ini Tips dari ASITA

KEPONEWS.COM - Tarif Tinggi Tiket Pesawat Pengaruhi Wisatawan, Ini Tips dari ASITA Melambungnya harga tiket pesawat semenjak beberapa waktu lalu membuat industri pariwisata cemas. Pasalnya, hal ini bisa merugikan wisatawan dan juga para pelaku industri pariwisata. Meski beberapa mas...
Loading...

Melambungnya harga tiket pesawat semenjak beberapa waktu lalu membuat industri pariwisata cemas. Pasalnya, hal ini bisa merugikan wisatawan dan juga para pelaku industri pariwisata.

Meski beberapa maskapai penerbangan telah memberikan diskon dan menurunkan harga, namun tarifnya masih membuat wisatawan berpikir dua kali untuk bepergian. Ketua Umum

OOTD Mantan Bintang Porno Sunny Leone, Pose Nomor Satu Serba Ketat

Survei Membuktikan, Orang yang Bangun Pagi Lebih Sering Ngeseks Ketimbang Manusia Malam

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of The Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA), N. Rusmiati mengatakan, harga tiket pesawat ke beberapa destinasi wisata populer seperti Bali dan Padang masih tinggi.

Rute Jakarta-Padang misalnya, tarif tiket berkisar antara Rp1,2 juta - Rp1,6 juta untuk sekali jalan. Melihat hal ini, Rusmiati mengatakan wisatawan dapat terkena dampaknya dengan mengorbankan hal lain.

Misalnya yang pergi ke Padang, yang harusnya dari Padang membeli baju, yang biasanya dia membeli oleh-oleh atau dia jalan-jalan dan makan, tapi karena mahal akhirnya Ah sudahlah saya enggak jadi beli baju. Jadi semua di sekitar kita itu kena pengaruh, ujar Rusmiati saat ditemui di Balairung Soesilo Soedarman, Senin, 8 April 2019.

Ia melanjutkan, wisatawan yang tetap ingin bepergian harus pintar-pintar memilih waktu. Salah satu tipsnya ialah menghindari bepergian di akhir pekan, di mana biasanya harga tiket pesawat lebih tinggi dari hari biasa.

Jangan pergi di weekend, tapi di hari-hari biasa. Sebenarnya kita juga harus pintar-pintar, kalau traveling carilah hari misalnya pergi Selasa, Jumat pulang, lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan tingginya harga tiket pesawat berdampak pada pergerakan wisatawan domestik yang mencapai rata-rata 30 persen. Kemudian menanggapi wisatawan nasional (wisnas) yang memilih bepergian ke luar negeri karena harga tiket yang lebih murah, ia memastikan bahwa kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia masih lebih tinggi, sehingga devisa tetap surplus.

Datanya (wisnas keluar negeri) belum saya temukan. Tapi saya pastikan wisman selalu lebih tinggi dibandingkan wisnas. Itu bisa dilihat dari laporan BI. Devisa dari pariwista selalu surplus, ungkapnya.

Arief juga mengimbau pihak maskapai untuk tidak menaikkan tarif tiket pesawat terlalu tinggi, karena dapat berdampak pada industri pariwisata.

Pesan saya orang usaha jangan melakukan kenaikan tarif besar dan mendadak kalau kalian tidak mau menghancurkan industri. Naik tidak apa-apa, tapi naik besar dan mendadak itu masalah, lanjutnya.

Arief juga memaparkan teori elastisitas dalam usaha. Menurutnya, ketika industri menaikkan tiket pesawat sebanyak 20 persen, maka permintaan konsumen akan turun 20 persen.

Kalau naiknya 100 persen, turunnya bisa 100 persen. Atau yang pergi (naik pesawat) tinggal orang-orang yang harus pergi, baik kondisi darurat atau usaha. Jadi untuk pariwisata tidak bagus, tutup Arief Yahya.

(tam)

Loading...

Comments