Tantangan Migas di RI, Produksi Minyak Terus Turun

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Tantangan Migas di RI, Produksi Minyak Terus Turun

Tantangan Migas di RI, Produksi Minyak Terus Turun

KEPONEWS.COM - Tantangan Migas di RI, Produksi Minyak Terus Turun JAKARTA - PT Pertamina (Persero) membutuhkan amunisi baru guna menghadapi tantangan di sektor minyak dan gas bumi (migas) agar dapat bersaing. Untuk itu, dibutuhkan sosok yang tepat dan bisa memimpin...

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) membutuhkan amunisi baru guna menghadapi tantangan di sektor minyak dan gas bumi (migas) agar dapat bersaing. Untuk itu, dibutuhkan sosok yang tepat dan bisa memimpin Pertamina.

Ketika ini, Kementerian BUMN sebagai pemegang saham mayoritas Pertamina akan menetapkan direktur utama Pertamina yang baru dalam waktu dekat.

BERITA REKOMENDASI

Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, Pertamina sebagai BUMN energi harus tetap fokus kepada fungsinya yaitu di sektor hulu tetap dan sektor hilir.

"Tantangan di sektor hulu yang begitu besar di mana ketika ini produksi kita yang terus menurun, sementara potensi cadangan migas kita cenderung ke arah timur Indonesia dan laut dalam dengan resiko yang lebih besar. Belum lagi harga minyak mentah dunia yang tetap stagnan, sedangkan biaya untuk kegiatan produksi terus meningkat," kata Mamit dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (28/2/2017).

Sektor hilir pun harus bekerja keras terkait dengan keinginan pemerintah dalam mewujudkan BBM satu harga ke seluruh wilayah Indonesia serta penyaluran LPG 3 kg ke seluruh wilayah Indonesia.

Karenanya, kata Mamit, Direktur Utama Pertamina yang akan datang harus mempunyai sikap integritas dan selalu mengedepankan kepentingan Pertamina dan Indonesia.

Di sisi lain, Kementerian BUMN diminta meninjau kembali keberadaaan Direktorat Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia berada di dalam tubuh Pertamina, apalagi Direktorat ini ini menangani New Grass Root Refinery (NGRR) di mana merupakan tugas negara dan dalam hal pembangunan kilang minyak haruslah ada keberpihakan Pemerintah tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada BUMN terutama terkait perencanaanya dan skema pembiayaanya.

Mengingat hal tersebut diatas, kiranya pemerintah harus bijak dalam mengambil keputusan dengan menghapuskan Direktorat Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia dalam struktur organisasi di Pertamina dengan memindahkan pekerjaan tersebut ke Kementrian atau lembaga lain sehingga Pertamina tetap fokus pada tugas mereka di sektor hulu dan hilir.

"Kami berharap ketika nanti dilantikan Direktur Utama Pertamina yang baru, berbarengan dengan dihapuskan atau dipindahkannya Direktorat Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia ke tempat yang lain sehingga mafia migas tetap tiarap seperti ketika ini," tukasnya.

Tantangan Migas di RI, Produksi Minyak Terus Turun

Comments