Tanggapi ancaman pengacara Presiden Trump, buku kontroversial Fire and Fury malah diriis lebih cepat

Internasional

News / Internasional

Tanggapi ancaman pengacara Presiden Trump, buku kontroversial Fire and Fury malah diriis lebih cepat

Tanggapi ancaman pengacara Presiden Trump, buku kontroversial Fire and Fury malah diriis lebih cepat

KEPONEWS.COM - Tanggapi ancaman pengacara Presiden Trump, buku kontroversial Fire and Fury malah diriis lebih cepat Penerbit buku kontroversia perihal Gedung Putih dan Donald Trump sudah menanggapi upaya para pengacara Presiden Trump untuk mencegah peluncuran buku itu dengan malah mempercepat rilisnya. Fire and Fur...
Loading...

Penerbit buku kontroversia perihal Gedung Putih dan Donald Trump sudah menanggapi upaya para pengacara Presiden Trump untuk mencegah peluncuran buku itu dengan malah mempercepat rilisnya.

Fire and Fury: Inside the Trump White House awalnya akan dirilis pada Selasa (09/01) namun kini dipercepat menjadi Jumat (05/01).

Penulisnya, Michael Wolff, sudah mengukuhkan penerbitan yang empat hari lebih cepat dari renana awal dengan dengan menulis pesan di Twitter. "Ini dia, Anda bisa membelinya besok. Terimakasih tuan presiden."

Sebelumnya para penasehat hukum Presiden Donald Trump berupaya untuk menghentikan peluncuran buku yang berisi tubuhan buruk wacana pemerintahannya.

Buku tersebut mengutip salah satu staf utama Trump, Steve Bannon, yang menggambarkan pertemuan dengan sekelompok warga Rusia sebagai 'bernunasa makar'.

https://twitter.com/MichaelWolffNYC/status/949023092357128194

Selain itu, buku juga mempertanyakan kebugaran Trump untuk menjadi presiden, laporan-larporan wacana istrinya yang menangis pada malam hari setelah pemungutan suara dan putrinya, Ivanka Trump, yang berambisi jadi presiden.

Gedung Putih mempertanyakan akurasi buku itu. Sebelumnya Trump mengatakan Bannon -yang dipecat pada bulan Agustus lalu- 'kehilangan akal' setelah tidak mendapat posisi lagi di Gedung Putih.

Salah satu pernyataan yang menggemparkan merupakan ketika Bannon -saat merujuk pertemuan di Menara Trump antara para pejabat tinggi kampanye dengan warga Rusia- mengatakan, "Mereka akan menghancurkan Don Junior (Donald Trump Jr) seperti telor di TV nasional."

Steve BannonAFP Presiden Trump menyebut Steve Bannon -yang dipecat Agustus lalu- 'kehilangan akal'.

Pertemuan -yang melibatkan putra tertua Trump, Donald Trump Jr- kini sedang diselidiki oleh Jaksa Khusus Robert Mueller sebagai bagian dari pemeriksaan wacana kemungkinan kolusi antara para pejabat kampanye Trump dengan warga Rusia untuk meraih kemenangan dalam pemilihan presiden 2016.

Comments