Tak Sekadar Agar Awet, Ternyata Ini Tujuan dari Mumifikasi

Tekno & Gadget

Updates / Tekno & Gadget

Tak Sekadar Agar Awet, Ternyata Ini Tujuan dari Mumifikasi

Tak Sekadar Agar Awet, Ternyata Ini Tujuan dari Mumifikasi

KEPONEWS.COM - Tak Sekadar Agar Awet, Ternyata Ini Tujuan dari Mumifikasi Mumifikasi merupakan proses mengawetkan mayat sebagai mumi. Orang Mesir biasanya mengeluarkan organ utama dari mayat sebagai bagian dari proses mumifikasi....

Mumifikasi merupakan proses mengawetkan mayat sebagai mumi. Orang Mesir biasanya mengeluarkan organ utama dari mayat sebagai bagian dari proses mumifikasi.

Untuk waktu yang lama, diyakini bahwa mumifikasi ialah perihal melestarikan tubuh setelah kematian, namun sebuah teori baru menyatakan bahwa tujuannya merupakan untuk membantu almarhum mencapai keilahian, menurut para peneliti dari Museum Manchester Universitas Manchester.

- Dalam 3 Tahun ke Depan, HP Bakal PHK 6.000 Karyawan - Naruto: Apakah Tsunade Punya Anak? Cantik dan Awet Muda Penuh Pesona - Deretan HP Ini Bakal Dibekali Chipset Snapdragon 8 Gen 2, Apa Saja?

Dilansir dari Sputnik News, kesalahpahaman ini dimulai dengan para peneliti Victoria, yang secara keliru menentukan bahwa orang Mesir kuno melestarikan kematian mereka sama seperti mereka mungkin mengawetkan ikan: dengan garam.

"Idenya merupakan Kamu mengawetkan ikan untuk dimakan di masa depan," kata Price.

"Jadi, mereka berasumsi bahwa apa yang dilakukan pada tubuh manusia sama dengan perlakuan untuk ikan."

Mumi perempuan 3 ribu tahun saat ditemukan. (Kementerian Barang Antik Mesir)Mumi perempuan 3 ribu tahun saat ditemukan. (Kementerian Barang Antik Mesir)

Namun, zat asin yang digunakan dalam proses ini berbeda. Bahan utama dalam mumifikasi bukan hanya garam, tetapi mineral alami, yang dikenal sebagai natron, yang juga digunakan dalam ritual kuil untuk pembersihan.

Para ilmuwan menunjukkan bahwa bahan lain - senetjer - yang secara harfiah berarti 'membuat ilahi', biasanya dikaitkan dengan mumi.

"Ketika Kamu membakar dupa di kuil, itu pantas karena itu merupakan rumah dewa dan membuat ruang menjadi ilahi. Tetapi kemudian ketika Kamu memakai resin dupa pada tubuh, Kamu membuat tubuh menjadi ilahi dan menjadi makhluk yang saleh. Kamu belum tentu melestarikannya."

Menurut konsep baru ini, mengeluarkan organ-organ internal dan menempatkan tubuh di dalam sarkofagus mempunyai makna yang lebih dalam dan dapat melambangkan pemberian status ilahi tubuh dan citra ideal dari bentuk ilahi.

Comments