Tak Hanya Atasi Infertilitas, Benarkah Program Bayi Tabung Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup Anak?

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Tak Hanya Atasi Infertilitas, Benarkah Program Bayi Tabung Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup Anak?

Tak Hanya Atasi Infertilitas, Benarkah Program Bayi Tabung Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup Anak?

KEPONEWS.COM - Tak Hanya Atasi Infertilitas, Benarkah Program Bayi Tabung Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup Anak? Proses bayi tabung hingga kini masih kerap dianggap tabu di masyarakat. Pasalnya, ketika mendengar bayi tabung, hal yang terlintas dalam pikiran masyarakat merupakan orang tersebut mengalami infertili...

Proses bayi tabung hingga kini masih kerap dianggap tabu di masyarakat. Pasalnya, ketika mendengar bayi tabung, hal yang terlintas dalam pikiran masyarakat merupakan orang tersebut mengalami infertilitas atau kemandulan.

Bayi tabung sendiri memang pada dasarnya dapat menjadi solusi bagi orang-orang yang mengalami infertilitas. Dengan bayi tabung, hal ini dapat membuat pasangan mempunyai anak melalui teknologi yang digunakan.

Dengan berkembangnya teknologi, saat ini proses bayi tabung tidak hanya untuk mengatasi masalah infertilitas pada pasangan. Pasalnya, bayi tabung sendiri dapat menjadi solusi agar anak yang lahir sehat dan terhindar dari banyak sekali penyakit genetik dari orang tuanya.

Ilustrasi Bayi [Pexels]Ilustrasi Bayi [Pexels]

Teknologi reproduksi bayi tabung terbaru tersebut yaitu Pre-Implantation Genetic Testing for Aneuploidy (PGT-A) dan Pre Implantation Genetic Testing for Monogenic / single-gene defect (PGT-M).

Viral Bayi 7 Bulan Diberi Minum Kopi hingga Makan Ayam Pedas, Emak-Emak TikTok Ini Dihujat

Kedua teknologi yang telah digunakan oleh klinik fertilitas Morula IVF ini, menjadi salah satu solusi bagi para orang tua, bukan hanya terkait infertilitas, melainkan menjadi kualitas hidup anak.

Direktur Scientific PT. Morula Indonesia, Prof. Arief Boediono. Ph.D. mengatakan, dengan kedua teknologi ini akan membantu memaksimalkan kehamilan proses bayi tabung.

Teknologi PGT-A

Untuk teknologi PGT-A, akan membantu memungkinkan seleski embrio sehingga yang dimasukkan ke dalam rahim diusahakan mempunyai kromosom normal. Hal ini akan membantu mendorong tingkat kehamilan berhasil.

Bahkan, berdasarkan studi, teknologi PGT-A membantu potensi kehamilan lebih baik dibandingkan kehamilan non PGT-A.

Miris! Ibu Nekat Beri Bayi Minum Kopi Kemasan, Dalih Biar BAB Lancar: Alhamdulillah Kemarin 10 Kali Sehari

Berdasarkan studi yang kami lakukan pada Januari tahun 2019 hingga September 2022 pada hampir 500 pasien, bahwa teknologi PGT-A membantu potensi kehamilan sebesar 68 persen di kelompok umur 38-39 tahun dan 46 persen usia diatas 40 tahun, ucap Prof. Arief dalam media gathering, Senin (23/1/2023).

Pada kelompok 38-39 tahun tersebut, persentase kehamilan dengan teknologi PGT-A lebih baik 25% dibanding kehamilan Non PGT-A dan di usia 40 tahun ke atas, PGT-A membantu persentase kehamilan 19% lebih baik dari yg Non PGT-A, sambung Prof. Arief.

Dengan adanya seleksi embrio ini sendiri juga akan mencegah anak lahir dalam kondisi tidak normal seperti Down Syndrome, Edwards Syndrome, kelainan dari kromosom jenis kelamin bayi misalnya Turner Syndrome, Jakob Syndrome, Klinefelter Syndrome, dan Triple X hingga 60 keguguran.

Teknologi PGT-M

Untuk teknologi PGT-M, ini akan membantu mendeteksi mutase single-gene (monogenic) yang dapat menyebabkan banyak sekali penyakit bawaan alias genetik. Hal ini akan mendorong anak terhindar dari banyak sekali penyakit keturunan seperti Thalassemia, Spinal Muscular Atrophy. Dan Cystic Fibrosis, dan lain-lain.

Dengan teknologi PGT-M, ini akan menurunkan risiko anak-anak dari penyakit keturunan seperti Thalassemia, atau penyakit lainnya. Hal ini justru akan meningkatkan kualitas hidup anak, bahkan risikonya lebih rendah dari mereka yang lahir secara normal, jelas Prof. Arief.

Comments