Tak Cuma Baby Blues, Waspadai juga Depresi Usai Melahirkan Moms!

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Tak Cuma Baby Blues, Waspadai juga Depresi Usai Melahirkan Moms!

Tak Cuma Baby Blues, Waspadai juga Depresi Usai Melahirkan Moms!

KEPONEWS.COM - Tak Cuma Baby Blues, Waspadai juga Depresi Usai Melahirkan Moms! Depresi dapat saja dialami oleh seorang ibu pasca-melahirkan. Kondisi ini berbeda dengan baby blues. Baby blues membuat seorang ibu mengalami perasaan khawatir, ketidakbahagiaan, dan keletihan pada mi...

Depresi dapat saja dialami oleh seorang ibu pasca-melahirkan. Kondisi ini berbeda dengan baby blues.

Baby blues membuat seorang ibu mengalami perasaan khawatir, ketidakbahagiaan, dan keletihan pada minggu-minggu pertama setelah melahirkan. Sekira 80 persen wanita bisa mengalaminya dan biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.

Berbeda dengan baby blues, depresi pascapersalinan ialah masalah kesehatan mental yang serius dan dialami oleh 10 hingga 20 persen ibu baru. Masalah ini dapat berlangsung selama beberapa bulan hingga beberapa tahun.

Seperti dilansir dari New York Times, asisten profesor klinis pediatri di Fakultas Kedokteran Icahn, New York bernama Dr. Jen Trachtenberg, MD mengatakan bahwa baby blues ialah kejadian yang normal dan meskipun Kamu benar-benar lelah dan mungkin tidak berpikir jernih, namun masih ada kesenangan di sela-sela waktu.

Baby blues

Hamil Tua, Mesranya Irish Bella dan Ammar Zoni Babymoon ke Resor Mewah Borobudur

Tetapi berbeda dengan depresi pascapersalinan. Menurut psikiater reproduksi di New York, Dr. Carly Snyder, MD, dilansir dari New York Times, depresi pascapersalinan bisa dikatakan ketika seorang Ibu yang baru saja melahirkan menangis setiap hari, ketika ia tidak dapat menemukan kegembiraan dengan bayinya, ketika ia tidak tidur bahkan bila bayi tertidur karena kecemasan yang tak tertahankan, atau ketika ia mempunyai pikiran yang mengganggu secara konsisten atau bila ia mempunyai pikiran ingin bunuh diri.

Dr. Trachtenberg menambahkan bahwa wanita juga dapat mengembangkan kondisi kesehatan lainnya pascapersalinan, seperti gangguan obsesif-kompulsif atau sindrom stres pascatrauma jikalau pengalaman saat melahirkan mereka traumatis.

Kecemasan postpartum juga dapat terjadi bersamaan dengan depresi pascapersalinan dan mungkin termasuk gejala-gejala seperti serangan panik, insomnia, ketakutan obsesif perihal kesehatan dan keselamatan bayi, ketidakmampuan untuk duduk diam atau sakit atau ketidaknyamanan fisik, seperti sering sakit kepala atau sakit perut.

Selanjutnya

Comments