Tak Ada Protes, Borneo FC Ikuti PSSI Bayar Gaji Pemain Sebanyak 25 Persen

Sepakbola

Sports / Sepakbola

Tak Ada Protes, Borneo FC Ikuti PSSI Bayar Gaji Pemain Sebanyak 25 Persen

Tak Ada Protes, Borneo FC Ikuti PSSI Bayar Gaji Pemain Sebanyak 25 Persen

KEPONEWS.COM - Tak Ada Protes, Borneo FC Ikuti PSSI Bayar Gaji Pemain Sebanyak 25 Persen Presiden Borneo FC, Nabil Husein menyebut pihaknya akan mengikuti putusan PSSI terkait pembayaran gaji pemain maksimal 25 persen. Menurutnya, hal ini sudah bicarakan dengan semua kalangan di Borneo. N...

Presiden Borneo FC, Nabil Husein menyebut pihaknya akan mengikuti putusan PSSI terkait pembayaran gaji pemain maksimal 25 persen. Menurutnya, hal ini sudah bicarakan dengan semua kalangan di Borneo.

Nabil mengatakan perihal gaji ini sudah disampaikan kepada pelatih dan perwakilan pemain, baik itu lokal maupun asing. Mereka pun memahami kondisi yang ada saat ini.

Sebagaimana diketahui, PSSI mengizinkan setiap tim membayarkan gaji pemain dan official tim hanya 25 persen dari nilai kontrak yang tertera, selama masa darurat wabah corona hingga 29 Mei 2020.

Presiden Borneo FC Nabil Husein bersama salah satu pemain Firdaus Ramadhan yang perpanjang kontrak. (Adie Prasetyo) Presiden Borneo FC Nabil Husein bersama salah satu pemain Firdaus Ramadhan yang perpanjang kontrak. (Adie Prasetyo)

PSSI menyadari setiap tim tidak mempunyai pemasukan, karena kompetisi disetop untuk menghindari semakin mewabahnya COVID-19.

"Pada intinya kami tetap mengikuti keputusan yang sudah ditentukan dan ini sudah kita bicarakan dengan perwakilan pemain lokal dan asing. Tidak ada masalah kami semua di Borneo FC sepakat ikut arahan PSSI," kata Nabil saat dihubungi, Rabu (1/4/2020).

Lebih lanjut, Nabil mengaku pihaknya tidak bisa berbuat banyak disituasi saat ini. Ia hanya berharap wabah corona ini bisa segera selesai, dan sepak bola di Indonesia kembali normal.

"Saya sangat berharap permasalahan yang ada di dunia saat ini segera berakhir. Kita semua bisa sehat-sehat dan kompetisi bisa berjalan normal lagi," jelasnya.

Sebagai berita tambahan, kompetisi baik itu Liga 1 dan Liga 2 terancam disetop sepenuhnya oleh PSSI, kalau pemerintah memperpanjang masa darurat virus corona yang semula ditetapkan hingga 29 Mei mendatang.

Comments