Survei Indo Barometer: 30,4 Persen Responden Tak Setuju Pemindahan Ibu Kota

Nasional

News / Nasional

Survei Indo Barometer: 30,4 Persen Responden Tak Setuju Pemindahan Ibu Kota

Survei Indo Barometer: 30,4 Persen Responden Tak Setuju Pemindahan Ibu Kota

KEPONEWS.COM - Survei Indo Barometer: 30,4 Persen Responden Tak Setuju Pemindahan Ibu Kota Laporan Wartawan Tribunnews, Glery Lazuardi JAKARTA - Hasil survei lembaga Indo Barometer memaparkan terdapat 30.4 persen responden tidak menyetujui pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan...

Laporan Wartawan Tribunnews, Glery Lazuardi

JAKARTA - Hasil survei lembaga Indo Barometer memaparkan terdapat 30.4 persen responden tidak menyetujui pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur.

Sebagian besar responden yang tidak setuju dengan rencana pemindahan ibu kota negara ke Provinsi Kalimantan Timur beralasan menolak perpindahan itu karena jangkauan terhadap pemerintah pusat terlalu jauh.

"Mayoritas publik adalah (53.8%) menyatakan setuju dengan rencana pemindahan ibukota
Negara ke Provinsi Kalimantan Timur. Sedangkan publik yang tidak setuju (30.4%)," tutur Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari, pada sesi pemaparan hasil Survei Nasional Evaluasi Publik dan Isu-isu Nasional Dalam 100 Hari Jokowi-Amin di Hotel Century Park, Minggu (16/2/2020).

Syarief Hasan Berharap Ada Pimpinan Baru di Demokrat

One Pride: Suwardi Dihentikan Rama Supandhi

Laura Whitmore Kenang Caroline Flack, Selama Ini Banyak Dihujat Publik

Berdasarkan hasil survei itu, sebanyak (85.9%) publik tahu atau pernah mendengar isu atau berita wacana rencana pemindahan ibukota Negara ke Provinsi Kalimantan Timur. Sedangkan publik yang tidak mengetahui (8.0%).

Lima alasan utama publik setuju dengan rencana pemindahan ibukota merupakan mengurangi kepadatan di Jakarta (57.1%), pemerataan pembangunan (18.7%), menekan kesenjangan ekonomi (7.1%), wujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (5%), dan Kalimantan Timur wilayah yang luas (4.2%).

Sedangkan, lima alasan utama publik tidak setuju dengan rencana pemindahan ibukota Negara ke Provinsi Kalimantan Timur ialah jangkauan terhadap pemerintah pusat terlalu jauh (45.2%), biaya pindah sangat mahal (33.3%), berpengaruh terhadap roda pemerintahan (5.2%).

Lalu, Kaltim bukan wilayah yang tepat bagi pusat pemerintahan (4.7%), dan hubungan pemerintah pusat dan daerah terutama jawa semakin jauh (4.1%).

Sebanyak (47.8%) publik menyatakan bahwa Provinsi Kalimantan Timur ialah lokasi yang tepat untuk menjadi Ibukota Negara baru untuk Indonesia.

Sedangkan yang menyatakan bahwa Provinsi Kalimantan Timur bukan lokasi yang tepat untuk menjadi Ibukota Negara baru berjumlah (26.3%).

Survei Indo Barometer: 30,4 Persen Responden Tak Setuju Pemindahan Ibu Kota

Comments