Sungguh tega wanita yang buang bayinya di tempat sampah ini

Kepo Stories

Ragam / Kepo Stories

Sungguh tega wanita yang buang bayinya di tempat sampah ini

Sungguh tega wanita yang buang bayinya di tempat sampah ini

KEPONEWS.COM - Sungguh tega wanita yang buang bayinya di tempat sampah ini Kehamilan merupakan berkah sekaligus momen yang penuh tantangan. Bagi beberapa wanita, kehamilan yang tidak diinginkan bisa memperumit situasi, terutama bagi mereka yang belum siap menjadi seorang ibu...
Loading...

Kehamilan merupakan berkah sekaligus momen yang penuh tantangan. Bagi beberapa wanita, kehamilan yang tidak diinginkan bisa memperumit situasi, terutama bagi mereka yang belum siap menjadi seorang ibu.

Dalam beberapa kasus, ibu hamil yang sudah siap menjadi ibu akan belajar menghargai anak mereka yang belum lahir. Namun ada juga ibu hamil yang memilih untuk meninggalkan hingga menelantarkan bayi mereka karena alasan tertentu.

Penemuan sosok bayi yang diduga dibuang oleh ibunya sendiri di tempat sampah ini contohnya. Kasus ini terjadi di Thailand dan menjadi viral semenjak ditemukan oleh warga desa setempat yang mendengar tangisan bayi di malam hari.

Bayi malang tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus selimut dan dimasukkan ke dalam ransel yang kemudian ditinggalkan di dalam tong sampah. Menurut berita yang dikutip dari elitereaders, Rabu (18/10), bayi yang baru lahir itu dilaporkan berusia 12 jam ketika ditemukan. Khawatir dengan kondisi sang bayi, warga desa bergegas membawa bayi itu ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan bantuan medis.

Kini, staf medis di Rumah Sakit Lanna di Chiang Mai, Thailand melaporkan bahwa bayi tersebut dalam kondisi aman dan sehat. Begitu isu mengenai penemuan bayi tersebar, banyak orang yang menyatakan ketertarikannya untuk mengadopsi bayi tersebut.

"Si bayi perempuan sehat dan kondisinya membaik. Dia akan dipindahkan ke panti asuhan Vieng Ping dimana proses adopsi akan dimulai. Banyak orang yang telah menelepon dan mengunjungi rumah sakit dengan tujuan ingin mengadopsinya," kata salah satu staf rumah sakit, Jiralak Jankrajai.

(nng)

Comments