Suku Kuno Ini Gemar Memakan Ular Berbisa Hidup-hidup, Ritual Mengerikan 1500 Tahun Lalu

Tekno & Gadget

Updates / Tekno & Gadget

Suku Kuno Ini Gemar Memakan Ular Berbisa Hidup-hidup, Ritual Mengerikan 1500 Tahun Lalu

Suku Kuno Ini Gemar Memakan Ular Berbisa Hidup-hidup, Ritual Mengerikan 1500 Tahun Lalu

KEPONEWS.COM - Suku Kuno Ini Gemar Memakan Ular Berbisa Hidup-hidup, Ritual Mengerikan 1500 Tahun Lalu Ilustrasi ular derik. (Pixabay/ Hans) Terdapat banyak hal yang menakjubkan dan mengerikan yang tidak kita ketahui mengenai suku kuno. Sekelompok peneliti berhasil mengungkapkan bahwa suku kuno yang h...
Loading...

Ilustrasi ular derik. (Pixabay/ Hans)

Terdapat banyak hal yang menakjubkan dan mengerikan yang tidak kita ketahui mengenai suku kuno. Sekelompok peneliti berhasil mengungkapkan bahwa suku kuno yang hidup 1550 tahun lalu gemar memakan ular hidup-hidup.

Dibutuhkan nyali yang sangat besar untuk memakan ular berbisa hidup-hidup, apalagi ular jenis ini mempunyai taring sepanjang 11 milimeter.

Namun berdasarkan penelitian, itulah yang terjadi 1550 tahun lalu di Gurun Chihuahuan, Amerika Utara.

Gurun itu terkenal tandus dan sangat kering, memanjang di perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko.

Berdasarkan penelitian koprolit (istilah arkeolog untuk kotoran kuno), ilmuwan menemukan sisik ular dan tulang ular bersama sisa-sisa hewan pengerat kecil.

Penelitian yang mengungkap kegiatan mengerikan ini telah dipublikasikan di Journal of Archaeological Science.

Para peneliti menemukan 48 sisik, taring dengan saluran racun, dan tulang ular di dalam kotoran manusia suku kuno tersebut.

Potret feses suku kuno 1500 tahun lalu. (Journal of Archaeological Science)Potret feses suku kuno 1500 tahun lalu. (Journal of Archaeological Science)

Diperkirakan, ular yang dimakan secara langsung itu berjenis ular derik diamondback (Crotalus atrox), ular yang sangat berbisa di wilayah Amerika Serikat dan Meksiko.

Suku kuno tersebut diperkirakan tinggal di wilayah Conejo Shelter, wilayah yang sekarang masuk ke dalam teritorial Texas, Amerika Serikat.

Pemimpin penelitian ialah arkeolog dari Texas A&M University yang bernama Elanor Sonderma.

''Perilaku menelan tubuh ular berbisa seutuhnya sebenarnya bukanlah perilaku khas bagi penghuni Lower Pecos atau Conejo Shelter. Temuan ini ialah satu-satunya bukti arkeologis yang pernah ditemukan dari seseorang yang memakan kepala ular berbisa,'' kata Sonderman dikutip dari Arstechnica.

Crotalus atrox atau ular derik diamondback. (Wikipedia/ Dawson)Crotalus atrox atau ular derik diamondback. (Wikipedia/ Dawson)

Merupakan hal biasa jikalau kita menemukan suku yang gemar memakan ular dengan melepas kepala, sisik, dan kulitnya sebelum dimakan.

Namun melihat bahwa 1000 kotoran kuno banyak mengandung sisik ular dan bahkan taringnya, suku kuno ini pasti mempunyai ritual yang mengerikan.

Ilmuwan mencurigai ini ada hubungannya dengan ritual suku kuno di daerah barat daya Amerika.

Suku kuno seperti Hopi dan Aztec terkenal selalu memakai ular ketika mengadakan ritual hujan.

Ilustrasi Gurun Chihuahuan. (Wikipedia/ Fredlyfish4)Ilustrasi Gurun Chihuahuan. (Wikipedia/ Fredlyfish4)

Mereka biasanya memasukkan ular hidup ke dalam mulut mereka agar tetua di suku kuno bisa memberikan pesan terhadap ular.

Melalui perantara ular, suku kuno berharap agar pesan itu tersampaikan ke dewa sehingga hujan lebat dapat tercipta.

Sepertinya suku kuno yang ada di gurun ini bertindak terlalu jauh dengan memotong kepala ular dan memakannya.

Penelitian mengenai suku kuno yang gemar memakan ular berbisa hidup-hidup ini sangat menarik karena kita bisa mengetahui ritual mengerikan yang tersembunyi.

Comments