Suap Rp 30 Juta untuk Hakim PN Tangerang dari Kantong Pengacara

Nasional

News / Nasional

Suap Rp 30 Juta untuk Hakim PN Tangerang dari Kantong Pengacara

Suap Rp 30 Juta untuk Hakim PN Tangerang dari Kantong Pengacara

KEPONEWS.COM - Suap Rp 30 Juta untuk Hakim PN Tangerang dari Kantong Pengacara Jakarta - Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang Wahyu Widya Nurfitri diduga mendapatkan suap terkait pengurusan perkara. Uang suap Rp 30 juta yang diterima Wahyu diduga berasal dari pengacara."Murni...


Jakarta - Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang Wahyu Widya Nurfitri diduga mendapatkan suap terkait pengurusan perkara. Uang suap Rp 30 juta yang diterima Wahyu diduga berasal dari pengacara.

"Murni dari pengacara. Untuk sementara ada kesepakatan antara M sebagai pemilik tanah tadi. Ada success fee, 40-60 pembagiannya," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018).

Menurut Basaria, kesepakatan itu yang membuat pengacara menyuap hakim. Tujuannya, lanjut Basaria, agar perkara yang ditangani pengacara tersebut dimenangkan hakim.


"Oleh karena itu pengacara ini semaksimal mungkin menang perkaranya. Sementara tidak ada uang yang memgalir dari pihak berperkara," ucapnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan hakim dan panitera pengganti Pengadilan Negeri Tangerang, Wahyu Widya Nurfitri dan Tuti Atika, sebagai tersangka. Keduanya disebut mendapatkan suap terkait gugatan perdata wanprestasi.


"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan empat orang tersangka, yaitu diduga sebagai penerima: WWN (Wahyu Widya Nurfitri) dan TA (Tuti Atika), diduga sebagai pemberi: AGS (Agus Wiratno) dan HMS (HM Saipudin)," ucap Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi pers di kantornya.

Agus dan Saipudin disebut sebagai pengacara. Mereka memberikan suap kepada Wahyu terkait gugatan perdata perkara wanprestasi. KPK menyebut commitment fee terkait pengurusan itu merupakan Rp 30 juta.
(haf/dhn)

Suap Rp 30 Juta untuk Hakim PN Tangerang dari Kantong Pengacara

Comments