Suami Istri Kompak Berbuat Maksiat

Nasional

News / Nasional

Suami Istri Kompak Berbuat Maksiat

Suami Istri Kompak Berbuat Maksiat

KEPONEWS.COM - Suami Istri Kompak Berbuat Maksiat Senin, 02 Desember 2019 21:33 WIB Pasangan suami istri berinisial MAT dan RR warga Kota Sukabumi diciduk karena menjadi pengedar sabu-sabu. Foto: Aditya Rohman/Antara SUKABUMI - Pasangan suami...
Loading...

Senin, 02 Desember 2019 21:33 WIB Suami Istri Kompak Berbuat Maksiat

Pasangan suami istri berinisial MAT dan RR warga Kota Sukabumi diciduk karena menjadi pengedar sabu-sabu. Foto: Aditya Rohman/Antara

SUKABUMI - Pasangan suami istri (pasutri) kompak berbuat maksiat dengan menjadi pengedar sabu-sabu di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Setelah menjadi sasaran buruan polisi, keduanya akhirnya diciduk Polres Sukabumi Kota.

"Kedua terduga ini berinisial MAT dan RR warga Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. Terduga diciduk saat Operasi Antik yang digelar Polres Sukabumi Kota," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo di Sukabumi, Senin (2/12).

Penangkapan pasutri ini setelah adanya laporan dari warga dan pengembangan kasus penangkapan terduga narkoba. Setelah lama menjadi sasaran buruan tim Satnarkoba akhirnya terduga berhasil diciduk beserta barang bukti sebanyak lima gram sabu-sabu siap edar.

Modus yang dilakukan terduga untuk mengedarkan barang haram itu dan mengelabui pihak kepolisian adalah dengan cara menempel atau menyimpan paket sabu-sabu tersebut di suatu tempat yang kemudian diambil oleh yang memesannya.

Antara terduga dan pelanggannya hanya berkomunikasi dengan pesan pendek atau SMS, sehingga keduanya tidak pernah bertatap muka. Adapun barang bukti yang dimiliki terduga ini didapatnya dari luar daerah tepatnya DKI Jakarta.

Dari keterangan terduga, kata Wisnu, pasutri ini sudah sekitar enam bulan menjalankan usaha gelap peredaran narkoba. Saat diciduk keduanya pun mengaku bahwa sabu-sabu itu miliknya dan selain menjual juga digunakan sendiri.

"Kami masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringannya karena pengungkapan kasus narkoba tidak terhenti di terduga yang diciduk saja karena biasanya pelaku mempunyai jaringan," tambahnya. (antara)

BERITA TERKAIT
Loading...

Comments