Studi Ungkap Rahasia Panjang Umur: Jadi Pendengar yang Baik!

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Studi Ungkap Rahasia Panjang Umur: Jadi Pendengar yang Baik!

Studi Ungkap Rahasia Panjang Umur: Jadi Pendengar yang Baik!

KEPONEWS.COM - Studi Ungkap Rahasia Panjang Umur: Jadi Pendengar yang Baik! MENJADI pendengar yang baik dibuktikan melalui studi dapat membuat seseorang lebih panjang umur. Sifat ini ternyata tak hanya baik untuk suatu hubungan, baik dengan pasangan maupun sahabat atau orangt...

MENJADI pendengar yang baik dibuktikan melalui studi dapat membuat seseorang lebih panjang umur. Sifat ini ternyata tak hanya baik untuk suatu hubungan, baik dengan pasangan maupun sahabat atau orangtua.

"Studi baru menunjukkan bahwa pentingnya mempunyai sistem dukungan sosial dan jadi pendengar yang baik saat ada yang curhat bisa membuat umur lebih panjang," ungkap jurnal Jama Network Open yang diterbitkan American Medical Association, dikutip Kamis (16/9/2021).

Pendengar yang Baik

Mendengarkan segala macam ungkapan sahabat atau orang terkasih lainnya, meski itu sekadar ocehan ringan atau gosip tetangga, membuat seseorang didengar dan itu amat berarti. Hal tersebut diketahui dapat membangun apa yang disebut dengan ketahanan kognitif.

"Ketahanan kognitif sendiri merupakan kemampuan otak untuk menyangga penyakit dan pulih dari stress berat. Ketahanan ini berkembang ketika Kamu mempunyai seseorang yang benar-benar dapat diajak ngobrol," tegas penelitian tersebut.

5 Kebiasaan Orang Jepang yang Bikin Mereka Panjang Umur

Bila otak mempunyai struktur yang berkembang dengan baik, ketahanan kognitif ini dapat mengimbangi tantangan kesehatan fisik dan mental. Bahkan, dapat melindungi seseorang dari kondisi seperti Alzheimer dan masalah demensia lainnya.

Bagaimana studi dilakukan?

Studi ini meminta 2.171 orang dewasa untuk mendokumentasikan tingkat sosialisasi mereka berdasarkan lima jenis: mendengarkan, memberi nasihat, kasih sayang, dukungan emosional, dan kontak yang cukup.

Memakai mesin MRI, peneliti menemukan bahwa peserta yang mendengarkan hasilnya lebih menyokong peningkatan ketahanan kognitifnya yang lebih tinggi.

"Hasil studi ini sangat menarik karena efek persahabatan belum diteliti sebagai faktor pencegahan potensial dalam kondisi seperti Alzheimer," kata peneliti.

Pendengar yang Baik

Di sisi lain, Psikolog Irene S. Levine, menerangkan bahwa ketika Kamu bisa mengekspresikan kegembiraan dan frustasi, dan merasa didengarkan serta diterima, itu salah satu dasar dari persahabatan yang erat.

"Kita semua ingin merasa dipahami dan dapat membuatkan kepada orang lain tanpa harus berpura-pura. Sahabat atau orang terkasih tidak hanya dapat membantu Kamu memecahkan masalah, tetapi mereka yang bisa mendengarkan akan lebih minim stres," katanya, dikutip dari HuffPost UK.

"Pada beberapa kasus sahabat ingin sekali bisa membantu, tetapi pada momen tertentu, cukup mendengarkan saja itu sudah bisa membuat suasana hati menjadi lebih baik dan bahkan bisa dianggap menyelesaikan masalah," tambah Levine.

Comments