Studi Terbaru: Paparan Asap Vape Bisa Sebabkan Kanker Paru-Paru dan Kandung Kemih

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Studi Terbaru: Paparan Asap Vape Bisa Sebabkan Kanker Paru-Paru dan Kandung Kemih

Studi Terbaru: Paparan Asap Vape Bisa Sebabkan Kanker Paru-Paru dan Kandung Kemih

KEPONEWS.COM - Studi Terbaru: Paparan Asap Vape Bisa Sebabkan Kanker Paru-Paru dan Kandung Kemih Penggunaan rokok elektronik atau vape menjadi topik pembicaraan yang hangat belakangan ini. Terlebih setelah ditemukan kasus 7 orang meninggal dan ratusan orang mengalami infeksi paru-paru serius kare...
Loading...

Penggunaan rokok elektronik atau vape menjadi topik pembicaraan yang hangat belakangan ini. Terlebih setelah ditemukan kasus 7 orang meninggal dan ratusan orang mengalami infeksi paru-paru serius karena penggunaan vape. Terbaru, ada penelitian yang menemukan bila vape berkaitan dengan kanker.

Para ahli dari New York University melakukan penelitian terhadap 40 ekor tikus selama 54 minggu. Tikus-tikus itu dibagi menjadi dua kelompok yaitu yang terpapar asap dengan nikotin dan tanpa nikotin.

Hasilnya, 9 tikus yang terpapar asap nikotin mengembangkan adenokarsinoma paru-paru. Sedangkan tidak satu pun dari 20 tikus yang terpapar asap tanpa nikotin mengembangkan kanker.

Pria merokok

Hasil lainnya menunjukkan paparan asap membuat 23 tikus mengembangkan hiperplasia kandung kemih. Kondisi ini membuat gen rusak sehingga menyebabkan sel kanker lebih mungkin untuk berkembang biak. Namun paparan menyebabkan 1 dari 17 tikus lainnya mengalami hiperplasia.

Para peneliti mengatakan diharapkan lebih banyak tes laboratorium untuk menentukan risiko kesehatan vaping bagi manusia. Karena para peneliti percaya bahwa nikotin memainkan peran penting dan mempunyai implikasi. Sejauh ini vape dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti pneumonia dan gangguan jantung.

Pemimpin penelitian, Profesor Moon-shong Tang dari NYU School of Medicine, mengatakan risiko kanker nikotin tidak muncul dalam tes darah yang sebelumnya digunakan untuk menguji keamanan vape. Namun dengan hasil penelitian yang baru saja dilakukan, dirinya memperingatkan bila penggunaan vape harus diteliti kembali sebelum dianggap aman.

Selanjutnya
Loading...

Comments