Studi Penelitian: Hampir 100 Varian Gen Manusia Tingkatkan Risiko Kanker

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Studi Penelitian: Hampir 100 Varian Gen Manusia Tingkatkan Risiko Kanker

Studi Penelitian: Hampir 100 Varian Gen Manusia Tingkatkan Risiko Kanker

KEPONEWS.COM - Studi Penelitian: Hampir 100 Varian Gen Manusia Tingkatkan Risiko Kanker PENELITIAN baru yang dipimpin oleh QIMR Berghofer Medical Research Institute, menganalisis lebih dari 20.000 varian gen kanker BRCA1 dan BRCA2 yang kurang diketahui dan menemukan hampir 100 variasi ge...
Loading...

PENELITIAN baru yang dipimpin oleh QIMR Berghofer Medical Research Institute, menganalisis lebih dari 20.000 varian gen kanker BRCA1 dan BRCA2 yang kurang diketahui dan menemukan hampir 100 variasi genetik yang dapat meningkatkan resiko kanker seseorang.

Dilansir dari Abc.net.au, sebuah data dari hasil penelitian yang dilakukan oleh lebih dari 200 ilmuan dan dokter dari seluruh dunia, Associate Professor Amanda Spurdle, menemukan bahwa 94 varian genetik dapat menyebabkan kanker . Seperti kanker payudara, ovarium, pankreas, atau prostat. Maka dari itu, banyak dokter yang menyarankan untuk melakukan tes genetik kanker kepada seseorang yang mempunyai riwayat kanker dari orangtuanya.

Apa yang telah kami lakukan supaya memberikan jawaban pada kelompok varian (Gen) yang besar ini, beberapa Gen ini dapat menyebabkan risiko kanker dan Kamu harus memberi tahu pasien Kamu," Ujar Dr. Spurdle, Pada laman Abc.net.au.

Kanker

Menurut Dokter Spurdle, adanya penemuan tersebut supaya beberapa gen yang disebut pada penelitiannya dapat waspada terhadap serangan penyakit kanker . Disisi lain, Gen yang tidak berisiko terkena penyakit kanker tidak perlu melakukan operasi untuk pencegahan kanker .

Misalnya yang terjadi pada Angelina Jolie yang mempunyai gen BRCA 1. Dirinya memang mempunyai risiko yang lebih besar terhadap serangan penyakit kanker, terutama kanker payudara dan ovarium. Maka dari itu pada maret 2015 lalu, dirinya memutuskan untuk mengangkat ovariumnya. Tidak hanya itu, dua tahun sebelum dirinya melakukan operasi pengangkatan ovarium, Angelina juga melakukan pengangkatan kedua payudaranya.

Penyakit kanker tersebut juga pernah mengendap dalam tubuh orangtuanya, yang telah meninggal pada 2007. Hal tersebut lah yang membuat Angelina memutuskan untuk melakukan operasi Mastektomi ganda, agar dapat menurunkan risikonya terkena kanker payudara.

Dr. Paul James, Dari Familial Cancer Centre di Royal Melbourne Hospital, ialah salah satu dokter yang memberikan data kepada Dr Spurdle. Dirinya mengatakan Menunjukan bahwa variasi gen BRCA 1 dan BRCA 2 jinak, sama pentingnya dengan memberi tahu seseorang bahwa hal tersebut dapat menyebabkan kanker payudara. Pungkasnya.

(dno)

Comments