Sri Mulyani hingga Menko Darmin Launching Simplifikasi Ekspor Kendaraan Bermotor

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Sri Mulyani hingga Menko Darmin Launching Simplifikasi Ekspor Kendaraan Bermotor

Sri Mulyani hingga Menko Darmin Launching Simplifikasi Ekspor Kendaraan Bermotor

KEPONEWS.COM - Sri Mulyani hingga Menko Darmin Launching Simplifikasi Ekspor Kendaraan Bermotor JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menggelar acara Simplifikasi Ekspor Kendaraan Bermotor Dalam Bentuk Jadi (CBU) di PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), Tanjung Priok,...
Loading...

JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menggelar acara Simplifikasi Ekspor Kendaraan Bermotor Dalam Bentuk Jadi (CBU) di PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pada acara tersebut muncul Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi.

Ekspor Produk Industri Kecil dan Menengah Ditargetkan Naik 10%

Menko Darmin mengatakan, kegiatan ini untuk mendorong peningkatan ekspor. Di mana selama dua tahun terakhir ini, pemerintah telah menyusun langkah-langkah kebijakan menghadapi dinamika dunia.

"Sehingga ekonomi kita lebih siap. Saya bisa memberikan kita telah meresmikan Online Single Submission (OSS). OSS merupakan bidang perizinan itu upaya kita untuk bisa fasilitasi investasi," ujarnya, Selasa (12/2/2019).

Dia memaparkan, pihaknya dengan Menkeu Sri Mulyani dan Menperin Airlangga Hartarto pada kuartal IV-2018 telah merumuskan beberapa fasilitas pajak untuk usaha kecil menengah dan tax holiday.

"Dan untuk mengurangi impor di masa mendatang, maka dilakukan fasilitasi investasi atau untuk mendorong ekspor pada 2018," tuturnya.

Mendag: Jabar Kontributor Ekspor Tertinggi RI

Dia melanjutkan, adanya dinamika tambahan ekonomi dunia seperti perang dagang, maka pemerintah kembali menyusun kembali kebijakan di antaranya mengurangi impor komiditi dan B20.

"Sebenarnya neraca pembayaran kita sudah surplus pada kuartal IV-2018, karena transaksi modal dan finansial meningkat dalam jumlah besar. Namun, secara bersamaan defisit transaksi berjalan (CAD) masih membesar dari sektor migas, sedangkan non migas surplus kecil," ungkapnya.

Maka itu, lanjut dia, Pemerintah melakukan jangka menengah panjang termasuk adanya industri 4.0. "Sedangkan untuk tetapi jangka pendek ada kegiatan seperti hari ini," pungkasnya.

(fbn)

Loading...
Loading...

Comments