Sore Ini, Rupiah Tertekan ke Rp14.277 per USD

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Sore Ini, Rupiah Tertekan ke Rp14.277 per USD

Sore Ini, Rupiah Tertekan ke Rp14.277 per USD

KEPONEWS.COM - Sore Ini, Rupiah Tertekan ke Rp14.277 per USD JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tertekan pada penutupan perdagangan hari ini. Rupiah masih berada di level Rp14.200 an per USD. Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, K...
Loading...

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tertekan pada penutupan perdagangan hari ini. Rupiah masih berada di level Rp14.200 an per USD.

Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Kamis (14/3/2019) pukul 17.25 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 12,5 poin atau 0,09% ke level Rp14.277 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.240 per USD Rp14.279 per USD.

Mantan Menkeu Sebut 3 Penyebab Rupiah Bak Roller Coaster

Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah melemah 20 poin atau 0,14% ke Rp14.275 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.230 per USD Rp14.278 per USD.

Sebelumnya, Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menyatakan, kondisi ekonomi global saat ini penuh ketidakpastian. Setidaknya hal itu terlihat dari pergerakan kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang seluruh negara.

Menkeu era SBY ini mengatakan, seperti saat pemerintah merumuskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019, kurs dolar AS diasumsikan pada level Rp15.000 per USD. Padahal saat ini dolar AS melemah berada di level Rp14.000 per USD.

Rupiah Menguat 9 Poin ke Level Rp14.256/USD

Kondisi itu menunjukkan pemerintah pun tidak bisa memproyeksi dengan pasti soal nilai tukar Rupiah di tengah gejolak ekonomi global. Menurut Chatib, utamanya ada tiga faktor yang bisa membuat performa kurs Rupiah berubah sewaktu-waktu.

"Rupiah itu bergantung pada tiga hal. Pertama, bagaimana keputusan The Fed (Bank Sentral AS) naikkan atau pertahankan suku bunga, kedua bagaimana harga minyak dan ketiga bagaimana dampak perang dagang," ujarnya dalam acara diskusi ekonomi dan politik di Gedung BEI, Jakarta.

(fbn)


Loading...
Loading...

Comments