Soal Vaksin Mandiri, Dokter Tirta Takut Orang Kaya Dapat Duluan

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Soal Vaksin Mandiri, Dokter Tirta Takut Orang Kaya Dapat Duluan

Soal Vaksin Mandiri, Dokter Tirta Takut Orang Kaya Dapat Duluan

KEPONEWS.COM - Soal Vaksin Mandiri, Dokter Tirta Takut Orang Kaya Dapat Duluan Vaksin mandiri menjadi salah satu isu yang dibicarakan dalam acara Kompas100 CEO Forum yang dihelat Kamis, (21/1/2021). Presiden Joko Widodo pun mengisrayatkan vaksin mandiri dapat dilaksanakan. Namun...

Vaksin mandiri menjadi salah satu isu yang dibicarakan dalam acara Kompas100 CEO Forum yang dihelat Kamis, (21/1/2021). Presiden Joko Widodo pun mengisrayatkan vaksin mandiri dapat dilaksanakan.

Namun, tentunya perlu persiapan dan pemikiran yang matang sebelum akhirnya vaksin mandiri benar direalisasikan. Karena, ketika vaksin itu sudah dijual bebas tanpa dijelaskan secara lengkap, dikhawatirkan akan muncul masalah baru.

Dokter Tirta

Salah satunya yang disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunasi Sadikin, di negara kaya, golongan kaya dapat duluan dibandingkan dengan orang yang tidak bisa. Meski begitu, menurutnya pemerintah terbuka dengan banyak sekali opsi yang bisa mempercepat vaksinasi, termasuk vaksin mandiri.

Tapi, untuk sekarang ini, sambung Menkes Budi, pemerintah belum ada keputusan soal vaksinasi mandiri. Pemerintah masih berpegang pada rencana vaksinasi massal secara gratis.

Ya, pemerintah fokus memvaksin 1,4 juta tenaga kesehatan hingga Februari 2021, lalu vaksinasi 17 juta TNI-Polri pada Maret-April 2021, dan vaksinasi 25 juta lansia hingga Mei 2021. Untuk umum baru akan dilakukan Mei 2021.

Sementara itu, terkait dengan ketakutan orang kaya dapat duluan karena vaksinasi mandiri, Relawan Covid-19 Dokter Tirta sepakat. "Takutnya juga nanti malah vaksin mandiri itu orang kaya dapat duluan daripada orang yang enggak bisa," tambah dia.

Ia menilai, ada baiknya sekarang fokus dulu ke pendistribusian vaksin untuk tenaga kesehatan dan kelompok berisiko. Pastikan mereka mendapatkan terlebih dulu vaksin gratis yang disediakan pemerintah.

Intinya, menurut Dokter Tirta, pemerintah harus dengan jelas memastikan bila ingin melakukan vaksinasi mandiri, siapa-siapa saja yang dapat jangan sampai salah. "Terlebih, jangan sampai vaksin mandiri ini malah menimbulkan kekisruhan di bawah dan malah menggangu edukasi vaksin itu sendiri," tambahnya.

(DRM)

Comments