Sisi Wajah Iblis Rusia di Balik Perang China-India

Lifestyle & Fashion

Life & Style / Lifestyle & Fashion

Sisi Wajah Iblis Rusia di Balik Perang China-India

Sisi Wajah Iblis Rusia di Balik Perang China-India

KEPONEWS.COM - Sisi Wajah Iblis Rusia di Balik Perang China-India Ketegangan antara China dan India hingga saat ini masih belum usai. Armada militer kedua negara bahkan terus memperkuat diri dan bersiaga di perbatasan. Tak cuma prajurit, China dan India juga terus m...

Ketegangan antara China dan India hingga saat ini masih belum usai. Armada militer kedua negara bahkan terus memperkuat diri dan bersiaga di perbatasan. Tak cuma prajurit, China dan India juga terus memobilisasi artileri perangnya. Siapa sangka, ada keterlibatan Rusia di balik konflik ini.

Dalam isu VIVA Militer sebelumnya, Menteri Pertahanan India, Rajinath Singh, tampak bangga saat memperkenalkan lima unit jet tempur canggih yang baru dibeli dari Prancis, Dassault Rafale. Lima pesawat perang ini merupakan gelombang pertama dari total 36 unit yang dipesan India.

Pembelian pesawat tempur Dassault Rafale tentunya tak lepas dari konflik India dengan China, yang kembali memburuk pasca perang Sino-India pada 1962 silam.

Pertikaian itu sekilas memang hanya terlihat antara China dan India. Siapa sangka, Rusia sebagai salah satu negara dengan armada militer terkuat dunia juga ikut terlibat.

VIVA Militer: Jet tempur India, Sukhoi Su-30

Tak langsung memang. Akan tetapi, pemerintah Rusia justru bersedia bekerja sama dengan India dengan menjual artileri-artileri canggih ke India.

Menurut laporan Al-Masdar News yang dikutip VIVA MIliter, India menggelontorkan dana sebesar US$2,43 miliar, atau setara dengan Rp35,4 triliun, untuk membeli 33 unit jet tempur canggih buatan Rusia. Laporan itu menyebut, Kementerian Pertahanan India memesan 12 Unit Sukhoi Su-30 dan 21 unit Mikoyan MiG-29.

Tak cuma itu, dalam laporan lainnya yang juga dikutip VIVA Militer dari BulgarianMilitary.com, India dan Rusia dikabarkan sepakat dalam jual-beli rudal sistem pertahanan udara S-400 Triumf.

India kabarnya bersedia menggelontorkan dana sebesar US$5,4 miliar, atau setara dengan Rp79,1 triliun, untuk mendatangkan sistem yang katanya terkuat di dunia.

S-400 Triumph

Sikap Rusia bak dua sisi mata uang logam. Alasannya adalah di satu sisi, negara yang berada di bawah komando Presiden Vladimir Putin ialah sekutu terbesar China. Akan tetapi, dengan penjualan alat-alat tempur ke India jelas Rusia membuat China berang.

Mengetahui hal tersebut, pemerintah China mengaku prihatin. China berpikir bila benar Rusia menjual rudal S-400 Triumf kepada India, maka konflik di perbatasan China-India bisa semakin besar.

Comments