Sinyal Resesi Menguat, Wall Street Lesu

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Sinyal Resesi Menguat, Wall Street Lesu

Sinyal Resesi Menguat, Wall Street Lesu

KEPONEWS.COM - Sinyal Resesi Menguat, Wall Street Lesu NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS) jatuh pada pembukaan perdagangan Rabu waktu setempat, karena indikator pasar obligasi diawasi ketat menunjukkan risiko resesi baru. Hal ini membuat Wall Str...
Loading...

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS) jatuh pada pembukaan perdagangan Rabu waktu setempat, karena indikator pasar obligasi diawasi ketat menunjukkan risiko resesi baru. Hal ini membuat Wall Street mempertahankan penguatan seperti kenaikan pada sesi sebelumnya karena AS batalkan pengenaan tarif terbaru pada barang-barang China.

Dow Jones Industrial Average turun 244,83 poin, atau 0,93%, pada pembukaan menjadi 26.035,08, mengikuti kerugian di pasar global utama lainnya karena angka ekonomi dari China dan Jerman juga kecewa.

Wall Street Dibuka Menguat Imbas Penundaan Tarif Impor Barang-Barang China

S&P 500 dibuka lebih rendah sebesar 32,17 poin, atau 1,10% pada 2.894,15. Nasdaq Composite turun 139,03 poin, atau 1,73%, menjadi 7.877,33 pada bel pembukaan.

Melansir Reuters, Rabu (14/8/2019), pasar obligasi AS menunjukkan bendera merah, dengan imbal hasil Treasury dua-tahun naik di atas yang untuk kertas 10-tahun untuk pertama kalinya semenjak 2007, menunjukkan risiko resesi.

wall street

"Ini hampir seolah-olah investor global tidak membeli penundaan tarif sebagai tanda kemajuan nyata dalam perang perdagangan AS-China atau telah terlalu dikonsumsi oleh bukti lebih lanjut dari kelemahan ekonomi global untuk peduli," ujar Ahli Taktik BMO Capital Markets Stephen Gallo.

Selain itu, prospek ekonomi Jerman yang bergantung pada ekspor juga suram. Kemudian, pertumbuhan output industri China mereda ke level terendah lebih dari 17 tahun, menambah tantangan bagi perusahaan multinasional AS yang bergantung pada permintaan global.

AS Tunda Tarif Impor China, Wall Street Perkasa

Adapun pergerakan saham pada pembukaan, Bank of America Corp, Citigroup Inc, JPMorgan Chase & Co, Goldman Sachs, Wells Fargo & Co dan Morgan Stanley turun antara 2,3% dan 3,1%. Saham Apple Inc turun 2,3% setelah mendorong pasar sehari sebelumnya dengan kenaikan 4%.

Macy's Inc anjlok 12,9% setelah operator department store memangkas prediksi laba setahun penuh karena diskon besar-besaran untuk menghapus persediaan berlebih musim semi. Pesaing Sasaran Corp dan Nordstrom Inc tergelincir antara 3,8% dan 4,5%.

(fbn)

Loading...

Comments