Sinopsis Fitri ANTV Hari Ini Kamis 27 Juni 2019 Episode 16

Music - Movies - TV

Updates / Music - Movies - TV

Sinopsis Fitri ANTV Hari Ini Kamis 27 Juni 2019 Episode 16

Sinopsis Fitri ANTV Hari Ini Kamis 27 Juni 2019 Episode 16

KEPONEWS.COM - Sinopsis Fitri ANTV Hari Ini Kamis 27 Juni 2019 Episode 16 BILQIS yang sedang menuju ke ruang perawatan DHARMA, mendengar BOY memerintahkan DOKTER untuk menyadarkan DHARMA. DOKTER menolak karena kondisi DHARMA yang lemah. BOY memaksa, karena kalau DHARMA sada...
Loading...

BILQIS yang sedang menuju ke ruang perawatan DHARMA, mendengar BOY memerintahkan DOKTER untuk menyadarkan DHARMA. DOKTER menolak karena kondisi DHARMA yang lemah. BOY memaksa, karena kalau DHARMA sadar nanti dan dia tahu lewat dari waktunya, maka BOY, DOKTER dan semua akan dipecat bahkan dibunuh. Karena takut, DOKTER memenuhi permintaan BOY. Lalu DHARMA diberi suntikan dan BILQIS melihat DHARMA bergerak. BILQIS kaget mengetahui DHARMA ternyata berbohong. BILQIS berusaha menelpon DAFI untuk memberitahu kalau DHARMA akan membunuhnya tapi DAFI tidak mengangkat telponnya. BILQIS juga menelpon ARYO tapi ARYO juga tidak mengangkat telpon. BILQIS pulang ke rumah ARYO namun dia tidak menemukan DAFI maupun ARYO. BILQIS cemas. Lalu DHARMA datang bersama para anak buahnya yang berpakain serba hitam.

Seorang anak buah meletakkan sebuah peti mati di depan BILQIS, lalu DHARMA keluar dari peti mati itu. BILQIS kaget. BILQIS mengambil tongkat lalu berusaha menghancurkan peti mati itu dengan emosi. BILQIS marah dan berkata, Ayah macam apa yang ingin membunuh anaknya sendiri? DHARMA tertawa. Pada saat yang sama, ARYO melihat panggilan tak terjawab BILQIS di ponselnya. ARYO menelpon balik tapi HP BILQIS jatuh. DHARMA melihatnya lalu menahan BILQIS agar tidak mengangkatnya, tapi saat BILQIS berhasil menarik tangannya, dengan cepat ia mengambil HP nya, memencet tombol jawab, BILQIS teriak agar ARYO membawa pergi DAFI karena DHARMA akan membunuhnya. DHARMA merebut ponsel BILQIS lalu menghancurkannya.

Sinopsis Fitri ANTV Hari Ini Kamis 27 Juni 2019 Episode 16

Lalu, keluar dari pemakaman DAFI dan FITRI pisah mobil dengan ARYO dan ALVIN. Mobil ARYO mengawal di belakang mobil DAFI. Tetapi mendadak sebuah mobil menyalib mobil ARYO hingga beberapa saat kemudian mereka tak bisa melihat mobil DAFI. Mobil DAFI disalib lalu dihalangi sebuah truk. Tiba-tiba pintu belakang truk terbuka lalu pasir berjatuhan ke mobil DAFI hingga dia panik. Mobil DAFI terguling lalu terbalik. Bahan bakar keluar dari mobil DAFI. ARYO yang sadar kalau terjadi kecelakaan pada DAFI dan FITRI lalu berlari menuju ke lokasi kecelakaan. Seorang LAKI-LAKI memainkan tutup korek api zippo. FITRI sadar lalu mengguncang tubuh DAFI membangunkannya. LAKI-LAKI melempar kertas yang terbakar ke bahan bakar yang tumpah. DAFI memecahkan kaca jendela lalu mendorong FITRI keluar. Setelah itu DAFI berusaha keluar meskipun sempat kesulitan. Saat ARYO tiba mobil sudah meledak, namun ARYO melihat DAFI dan FITRI. ARYO memeluk mereka.

HILDA yang tak berhasil menemukan BAMA, menghubungi semua rumah sakit melalui telpon mencari BAMA, tapi tetap tidak berhasil menemukannya. HILDA malah marahin NINA yang terlalu banyak makan gorengan. HILDA memaksa NINA diet agar tetap cantik di mata BAMA. HILDA pusing dimana BAMA berada. BAMA dikurung RENI di kamar, di rumah RENI yang lama. BAMA mencoba melempar kaca jendela agar oecah, supaya dia bisa bebas. Namun RENI yang baru pulang beli obat, mendengarnya. RENI menemui BAMA di kamar. BAMA marah karena RENI tak beralasan mengurungnya. RENI terlalu parno. BAMA marah karena RENI tak mau terus terang padanya. BAMA bertanya kenapa RENI membawanya kabur dari rumah sakit? Itu mengancam keselamatannya. RENI keceplosan berkata kalau dia diancam HILDA dan NINA. BAMA kaget lalu pergi meninggalkan RENI setelh mengambil HP dan uangnya. RENI berteriak menahan BAMA, bila BAMA menganggapnya Ibu, maka BAMA tak boleh pergi. Tapi BAMA berkata bahwa RENI bukan Ibunya. RENI pun hancur. BAMA sangat sedih. BAMA berteriak bahwa Ayah macam apa yang tega membuang anaknya? BAMA akan membalas dendamnya pada Ayahnya. BAMA berusaha keras menahan agar air matanya tidak jatuh.

RENI baru pulang beli obat dan kaget mendengar suara kaca pecah. RENI masuk ke kamar dan kaget melihat BAMA mau melompat keluar lewat jendela. RENI menarik BAMA turun. BAMA marah tidak terima dikurung RENI seperti ini karena BAMA bukan anak kecil lagi. BAMA menanyakan alasan RENI mengurungnya dan RENI selalu berkata mau menyelamatkan BAMA dari kedua iblis itu. BAMA makin marah karena RENI terlalu parno dan ketakutannya tidak beralasan. BAMA lalu pergi setelah mengambil HP dan uangnya di laci. BAMA berkata pada RENI, kalau RENI bukan ibunya sehingga hati RENI hancur. BAMA pergi dengan kemarahan dan dendam dalam hatinya, karena dibuang oleh Ayahnya semenjak ia lahir. BAMA berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah. BAMA bertekat untuk membunuh Ayah kandungnya bila bertemu nanti.

Di villanya, DHARMA mengikat seorang LAKI-LAKI yang disuruhnya untuk meledakkan mobil DAFI dan FITRI. Tapi karena gagal, DHARMA mengikatnya di pohon setelah sekitarnya disiram dengan bahan bakar, Setelah itu DHARMA melempar korek api yang dimainkannya ke arah bahan bakar di sekitar LAKI-LAKI itu hingga LAKI-LAKI itu terbakar. DHARMA mengingatkan BOY dan anak buahnya yang lain agar menjadikan kejadian ini sebuah pelajaran, karena DHARMA tidak mau ada kegagalan.

BAMA ke dealer motor untuk membeli motor tapi uangnya tak cukup. BAMA menelpon NINA dan meminta datang karena dia butuh bantuan NINA dan HILDA. HILDA dan NINA datang dan BAMA menyuruh HILDA membayar sebuah motor untuknya. HILDA tak mau tapi BAMA berkata bahwa HILDA akan jadi ibu mertuanya, hingga HILDA senang dan bersedia membayarkan. BAMA dan NINA pergi naik motor, dan HILDA disodori bill motor sebesar 20 juta. HILDA pun ternganga kaget. BAMA membawa NINA ke hutan dimana dulu dia dibuang oleh NINA dan HILDA. Seperti dulu dirinya, NINA juga dia ikat ke pohon. NINA ketakutan. BAMA bertanya ke NINA, apa yang NINA dan Ibunya tahu perihal BAMA. Siapa Ayah BAMA? Tapi NINA berkata tidak tahu apa-apa. BAMA pergi, tapi karena lukanya berdarah dia jatuh pingsan.

DHARMA ke rumah ARYO dengan para anak buahnya yang memakai jas hitam. DHARMA berbaring di dalam peti mati. Tiba di depan BILQIS, DHARMA keluar dari peti mati. DHARMA berkata bahwa peti mati itu untuk BILQIS dan DAFI berikut batu nisannya. BILQIS marah lalu menghancurkan peti mati dengan tongkat golf/balok kayu. DHARMA memegang tangan BILQIS dan mengancam BILQIS. BILQIS berusaha menelpon ARYO tapi HP BILQIS jatuh. Ketika BILQIS berhasil mengambil HP nya saat ARYO menelpon balik, BILQIS memencet tombol jawab lalu berteriak untuk tidak membawa DAFI pulang karena akan dibunuh DHARMA, tapi DHARMA merebut HP BILQIS dan menghancurkannya. BILQIS ketakutan. DHARMA pergi. Saat ALVIN melihat 50 panggilan tak terjawab di HP ARYO, ARYO menyuruh ALVIN memberikan Hp ke DAFI agar DAFI menghubungi BILQIS. BILQIS lega mendapatkan telpon DAFI dan senang mengetahui DAFI baik-baik aja. ARYO melarang DAFI memberitahu apa yang telah terjadi pada mereka. Namun mendadak mobil direm mendadak karena sebuah gerobak menghalangi jalan mereka. ARYO turun memeriksa dan ternyata di dalam gerobak ada DHARMA. DHARMA mengancam DAFI dan FITRI. DHARMA menyuruh DAFI menalak FITRI kalau ingin selamat lalu ARYO hendak menabrak DHARMA, tapi DHARMA melompat menghindar.

Sementara itu, DHARMA menculik Ibu ALVIN dan meminta ALVIN memberitahu semua rencana ARYO bila ingin Ibunya selamat. ALVIN memberitahu kalau keamanan rumah sangat ketat. DHARMA minta ALVIN mematikan semua CCTV saat tengah malam, selama 15 menit. Karena tak ada pilihan, ALVIN melakukannya. DHARMA masuk di tengah malam buta, ke rumah ARYO. Paginya, FITRI menjerit di kamar mandi melihat kepala kambing di wastafel dan kaca yang ditulisi dengan lipstik FITRI, dengan tulisan TALAK.

Sinopsis Fitri ANTV Hari Ini Kamis 27 Juni 2019 Episode 16

Penulis Panditio Rayendra

Editor Panditio Rayendra

Sinopsis Fitri ANTV Hari Ini Kamis 27 Juni 2019 Episode 16

Comments