Setelah PLN, Menteri Jonan Sindir Pertamina soal Pabrik Petrokimia

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Setelah PLN, Menteri Jonan Sindir Pertamina soal Pabrik Petrokimia

Setelah PLN, Menteri Jonan Sindir Pertamina soal Pabrik Petrokimia

KEPONEWS.COM - Setelah PLN, Menteri Jonan Sindir Pertamina soal Pabrik Petrokimia JAKARTA - Setelah PT PLN (Persero), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan kembali menyindir PT Pertamina (Persero). Pasalnya, hingga saat ini perusahaan minyak plat merah ini ta...
Loading...

JAKARTA - Setelah PT PLN (Persero), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan kembali menyindir PT Pertamina (Persero). Pasalnya, hingga saat ini perusahaan minyak plat merah ini tak kunjung membangun pabrik petrokimia.

Sindiran Menteri Jonan untuk Para Bos PLN

Justru menurutnya, perusahaan-perusahaan swasta lah yang sudah lebih dahulu membangun pabrik petrokimia di Indonesia. Berdasarkan pengetahuannya ada dua perusahaan swasta yang sudah lebih dahulu membangun pabrik petrokimia, keduanya adalah PT Chandra Asri Petrochemical Tbk dan PT Lotte Chemical Indonesia.

"Di mixstream kita paling malas. 25-30 tahun Chandra Asri bangun pabrik petrokimia. Bahan bakunya naftah. Itu orang di Pertamina sekolahnya apa, kok tidak bangun pabrik petrokimia," ujarnya di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (14/10/2019).

Pertamina Gandeng Taiwan Bangun Pabrik Petrokimia USD6,49 Miliar

Hal tersebut menurut Jonan sangat disayangkan, mengingat ke depan, akan lebih condong pada kegiatan midstream. Artinya ke depan ini kegiatan utama dari industri migas merupakan condong ke arah transportasi untuk crude oil, natural gas, LPG dan LNG Tanker.

Selain, itu, lewat industri petrokimia ini diyakini bisa menekan angka defisit neraca perdagangan Indonesia yang masih sangat tinggi. Hal ini dikarenakan masih sedikit sekali ekspor produk dari industri petrokimia sedangkan impornya masih cukup tinggi.

Ilustrasi Kilang

Selanjutnya
Loading...

Comments