Sering Berdebat dengan Pasangan? Belum Tentu Kalian Tidak Cocok

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Sering Berdebat dengan Pasangan? Belum Tentu Kalian Tidak Cocok

Sering Berdebat dengan Pasangan? Belum Tentu Kalian Tidak Cocok

KEPONEWS.COM - Sering Berdebat dengan Pasangan? Belum Tentu Kalian Tidak Cocok Psikolog klinis sekaligus pendiri situs hubungan eHarmony, Dr. Neil Clark Warren menyebutkan alasan dalam sebuah hubungan rentan terjadi perdebatan. Menurutnya, pasangan terbentuk dari dua orang berbe...

Psikolog klinis sekaligus pendiri situs hubungan eHarmony, Dr. Neil Clark Warren menyebutkan alasan dalam sebuah hubungan rentan terjadi perdebatan. Menurutnya, pasangan terbentuk dari dua orang berbeda yang hidup di lingkungan yang berbeda sehingga akan mempunyai cara yang berbeda dalam menghadapi suatu hal.

(Depositphotos)

(Depositphotos)

Perdebatan itu lumrah terjadi. Bahkan, bagaimana cara para pasangan mengelola dan menyelesaikan konflik akan menentukan kekuatan hubungan mereka, terang Dr. Neil. Namun terkadang ada pasangan yang tidak pernah berdebat atau mempunyai konflik satu sama lain.

Ada dua kemungkinan yang terjadi, kata Dr. Neil. Pertama, ada satu orang yang mendominasi. Kedua, individu-individu dari hubungan itu mengabaikan masalah yang terjadi. Kalau salah satu pasangan mendominasi akan menyebabkan si pasangan yang tidak mendominasi akan cenderung menurut dan enggan untuk mengutarakan pendapat, jelasnya.

Sedangkan untuk pasangan yang mengabaikan masalah ditambahkan Dr. Neil akan membuat individu di dalam hubungan tersebut berpikir bahwa dengan berpura-pura meniadakan konflik maka hubungan mereka akan terlihat baik-baik saja.

Tentu hal tersebut bukan menyelesaikan masalah melainkan hanya menyimpan masalah dan menunggunya sampai penuh dan meledak, paparnya. Salah satu cara untuk mengetahui bahwa Kamu siap untuk menikah ialah dengan memastikan bahwa Kamu dan pasangan dapat mengelola konflik bersama.

Mengelola Konflik Menjadi Positif

Dalam sebuah konflik, Kamu dan pasangan harus tetap mempunyai rasa saling menghormati meski mempunyai perbedaan pandangan. Utarakan apa yang menjadi poin dalam permasalahan. Dengarkan, jangan dipotong sebelum selesai bicara.

Setiap individu mempunyai hak untuk berpendapat. Sampaikanlah secara bergantian dan dengarkanlah apa yang menjadi poin dari argumentasi pasangan Kamu. Intinya, kita semua perlu untuk didengarkan dan dimengerti oleh orang yang paling dicintai, ia menyarankan. Selanjutnya, tunjukkan bahwa Kamu siap dan bersedia untuk mencari jalan tengah.

(Depositphotos)

(Depositphotos)

Hal ini bisa dilakukan melalui bahasa tubuh seperti sikap mendengarkan dengan seksama dan memakai mimik wajah yang penuh perhatian. Setelah memakai bahasa tubuh, Kamu bisa memakai kata-kata lembuh yang mendamaikan.

Misalnya Sekarang bagaimana saya harus bersikap dan bagaimana kamu harus bersikap agar kita tetap bersama? . Kata-kata itu akan memberi sinyal bahwa setiap individu dalam suatu hubungan harus bersedia mencari jalan keluar alias berkompromi demi menyelesaikan konflik tersebut, jelasnya.

Terakhir, tarik sebuah kesimpulan dari perdebatan itu. Kamu dan pasangan harus saling memberi penghargaan satu sama lain atas proses penyelesaian konflik yang telah dilalui. Dengan begitu, hubungan Kamu akan jauh lebih kuat.

Penting tidak hanya untuk mencoba dan menyelesaikan konflik dengan hati-hati tetapi juga untuk menghargai pencapaian yang telah Kamu dan pasangan lakukan. Dengan mengatakan kepada pasangan bahwa Kamu menghargai bagaimana kalian menangani konflik dengan cara yang baik, maka hubungan kalian akan jauh lebih kuat dan romantis, ia menuturkan.

Rekomendasi

Comments