Seni membangun peradaban baru 'jembatan Nusantara'

Kepo Stories

Ragam / Kepo Stories

Seni membangun peradaban baru 'jembatan Nusantara'

Seni membangun peradaban baru 'jembatan Nusantara'

KEPONEWS.COM - Seni membangun peradaban baru 'jembatan Nusantara' Peradaban baru dimulai Pengguna jasa penyeberangan Merak-Bakauheni kini lebih nyaman dengan keberadaan terminal eksekutif Stigma negatif pelabuhan boleh jadi masih berlaku 5-10 tahun silam. Namun kin...

Peradaban baru dimulai

Pengguna jasa penyeberangan Merak-Bakauheni kini lebih nyaman dengan keberadaan terminal eksekutif

Stigma negatif pelabuhan boleh jadi masih berlaku 5-10 tahun silam. Namun kini, jangan heran begitu menyaksikan pelabuhan Merak-Bakauheni wajahnya sama sekali berbeda. Tidak ada lagi kekumuhan, pungli, apalagi gaya preman di kedua pelabuhan ini.

Terlebih dengan hadirnya Terminal Eksekutif Sosoro Merak dan Terminal Eksekutif Anjungan Agung Bakauheni yang menjadi peradaban baru sebuah pelabuhan yang notabene sebagai salah satu jembatan Nusantara . Kini sulit membedakan antara pelabuhan Merak-Bakauheni dengan pusat perbelanjaan (mall). Maklum, wajah kedua pelabuhan tersebut benar-benar beda.

Salah satu fasilitas di Terminal Eksekutif Anjungan Agung Bakauheni

Pelabuhan sekarang tidak lagi seperti imej kita 5 atau 6 tahun lalu. Di mana pelabuhan dikenal sebagai tempat yang kumuh, banyak pungli, tempat preman, menyeramkan. Kita ingin meningkatkan peradaban. Saat ini ASDP sedang elevating civilization to the next level, ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi saat jumpa pers di hadapan awak media dari atas kapal feri saat menuju Pelabuhan Bakauheni untuk menghadiri malam puncak H(Art)Bour Festival, Sabtu (15/2).

Transformasi yang dilakukan ASDP karena ingin memberikan pelayanan yang jauh lebih baik kepada pengguna jasa penyeberangan laut. Bahkan Ira tak malu menyebutkan bahwa dimulainya peradaban baru di pelabuhan setelah melihat contoh sukses yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Dulu kondisi serupa juga dialami dunia perkeratapian. Banyak penumpang gelap yang tak mempunyai tiket. Selain itu tidak sedikit penumpang yang berada di atap gerbong. Tapi kini pemandangan itu tak lagi terlihat. PT KAI sudah melakukan transformasi yang luar biasa dan lebih beradab.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi

Saya tidak malu menyontoh PT Kereta Api Indonesia. Yang tadinya soal keselamatan penumpang kurang diperhatikan, banyak juga yang tidak beli tiket. Sekarang tidak ada lagi hal semacam itu. ASDP juga melakukan transformasi di banyak hal misalnya digitalisasi, pembayaran dengan non tunai. Itu yang sudah kita mulai. Kita tidak malu mengikuti jalan peningkatan peradaban dan pelayanan yang dilakukan PT KAI, lanjut perempuan kelahiran Malang, 12 Desember 1967 itu.

Perempuan pemegang gelare Doktor Manajemen Stratejik dari Fakultas Ekonomi dan Usaha Universitas Indonesia itu juga sangat serius dalam mengubah wajah pelabuhan. Bukan sekadar sektor infrastruktur yang diperhatikan. Namun penyadang Master in Development Management Asian Institute of Management, Filipina dan Sarjana Sosial Ekonomi Peternakan dari Universitas Brawijaya, Malang ini juga ingin menjadikan pelabuhan sebagai destinasi wisata yang layak dikunjungi.

Fasilitas perbelanjaan yang ada di Terminal Eksekutif Sosoro Merak

Hal ini terlihat dari digelarnya acara H(Art)Bour Festival yang dimulai semenjak 21 Desember 2019 hingga 21 Februari 2020. Lewat gelaran bertajuk Memory Harbour ini, perempuan yang pernah menjabat Direktur Ritel, Jaringan, dan SDM PT Pos Indonesia dan Direktur Utama PT Sarinah (Persero) ini ingin menggugah dan meredefinisikan kembali makna pelabuhan kepada masyarakat.

Menurutnya, pelabuhan bak seni. Merupakan sebuah titik untuk melontarkan imajinasi, kemungkinan eksplorasi tempat-tempat serta pengalaman baru yang belum pernah dirasakan.

Peradaban tertinggi ialah penghargaan terhadap seni. Jadi kita ingin pelabuhan itu lebih beradab. Kalau kita sudah menghargai karya seni mestinya yang mendasar dari itu kita juga menghargai kebersihan, ketertiban, kerapihan. Lewat seni kita ingin menghargai dan meningkatkan peradaban di industri penyeberangan, lanjut Ira.

Comments